Cirebon, Jawa Barat (ANTARA) - Perum Bulog Cabang Cirebon, Jawa Barat, mencatat penyerapan gabah petani mencapai 133.624 ton setara beras hingga 31 Juli 2025, tertinggi dalam lima tahun terakhir untuk memperkuat cadangan beras pemerintah (CBP) di wilayah itu.
"Realisasi penyerapan Bulog Cirebon sendiri per 31 Juli (2025) kita sudah berhasil menyerap 133.624 ton setara beras. Realisasi ini sekitar 90 persen dari target kita, yang sudah ditetapkan oleh kantor pusat, itu sebesar 148.000 ton," kata Kepala Perum Bulog Cirebon Ramaijon Purba ditemui di Cirebon, Rabu.
Dia menyampaikan penyerapan akan tercapai sesuai target karena panen di beberapa wilayah masih terus berlangsung hingga Agustus ini untuk masa tanam kedua.
"Ini 10 persen lagi, kita yakin sekali, di sisa waktu ini akan tercapai tentunya karena saat ini juga sedang berlangsung panen, meskipun bukan panen terakhir," ujarnya.
Ramaijon menyebut puncak penyerapan terjadi pada April lalu dengan volume 50.000 ton, sementara bulan-bulan berikutnya mengalami penurunan akibat berkurangnya intensitas panen.
Dia merinci sebaran penyerapan per bulan mencerminkan dinamika musim panen, dengan Februari sebesar 15.000 ton, Maret 27.000 ton, Mei 27.000 ton, Juni 8.000 ton, dan Juli hanya 5.500 ton.
Jika dibandingkan dengan rata-rata penyerapan lima tahun sebelumnya yang hanya 62.000 ton, capaian tahun ini meningkat dua kali lipat lebih, menunjukkan hasil luar biasa dari strategi pengadaan yang diterapkan, ujarnya.
Bulog Cirebon membawahi wilayah Kabupaten dan Kota Cirebon, Majalengka, serta Kuningan, yang seluruhnya berkontribusi pada keberhasilan penyerapan gabah petani secara merata di gudang-gudang Bulog setempat.
Ramaijon memastikan keberhasilan ini tak hanya membantu petani menjual hasil panen dengan harga pembelian pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional melalui pengelolaan cadangan beras yang memadai.
"Jadi pada saat puncak panen kemarin itu (April) bisa kita jemput ke-150 titik. Dengan 50 orang tim jemput gabah, itu harus menjemput ke 150 titik gabah petani. Kenapa bisa 150 titik? Karena mungkin ini, respon petani yang sangat positif dengan harga Rp6.500 per kg," tutur Ramaijon.
Ia menambahkan saat ini stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog Cirebon telah mencapai 175 ribu ton, mencerminkan kesiapan dalam menghadapi kebutuhan pangan
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Bulog Cirebon serap 133.624 ton setara beras, tertinggi dalam 5 tahun
Pewarta: Muhammad HariantoEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026