Garut (ANTARA) - Tim Search And Rescue (SAR) gabungan berhasil mengevakuasi seorang anak yang tewas akibat tertimbun tanah longsor menimpa bangunan rumahnya di Desa Tanjungjaya, Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kami sudah lakukan evakuasi, mendata saksi, musibah ini menimpa satu unit rumah warga, dan menyebabkan satu orang meninggal dunia," kata Kepala Polsek Banjarwangi Ipda Ipar Suparlan di Garut, Senin.
Ia menuturkan hujan deras yang mengguyur wilayah Kecamatan Banjarwangi, Minggu (3/8) malam itu menyebabkan tanah tebing longsor kemudian menimpa rumah korban di Kampung Cipongpok, Desa Tanjungjaya.
Kejadian itu, kata dia, menyebabkan seorang anak perempuan, Gina (10) yang sedang tidur di ruang tengah rumah tertimpa material bangunan setelah rumahnya terdampak bencana tanah tebing yang longsor di belakang rumah.
Ia menyampaikan dengan kejadian itu tim gabungan dari unsur TNI, Satpol PP, Taruna Siaga Bencana, dan unsur masyarakat langsung turun ke lokasi untuk mengevakuasi korban, Senin dini hari.
"Upaya penyelamatan sempat dilakukan oleh warga, namun longsor susulan yang terjadi memperparah kondisi, dan menghambat proses evakuasi," katanya.
Kapolsek menyampaikan lokasi rumah korban berada di bawah tanah tebing setinggi tujuh meter yang tiba-tiba longsor saat hujan mengguyur wilayah tersebut sejak sore.
Rumah korban, kata dia, memiliki dua lantai yang bagian bawahnya bangunan permanen, sedangkan lantai dua dibangun dari bahan material kayu.
Ia mengatakan tim yang berupaya gerak cepat telah berhasil mengevakuasi korban, kemudian dilakukan pemeriksaan dan juga olah tempat kejadian perkara sebelum akhirnya korban diserahkan kepada keluarga.
"Jenazah korban telah diserahkan kepada keluarga untuk proses pemulasaran," katanya.
Jajaran kepolisian dan unsur lainnya, kata dia, masih siaga di lokasi bencana tanah longsor untuk memantau dan mengantisipasi terjadinya bencana longsor susulan.
Kapolsek bersama jajarannya juga melakukan imbauan kepada masyarakat untuk selalu waspada dan menghindari daerah yang dinilai rawan terdampak bencana tanah longsor seperti di sekitaran tebing.
"Kami juga mengimbau masyarakat di wilayah rawan longsor agar selalu siaga, terutama di musim hujan seperti saat ini. Hingga saat ini kami masih melakukan monitoring di lokasi, dan bersiaga untuk mengantisipasi potensi bencana lanjutan," katanya.
