Cianjur (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Cianjur Jawa Barat melakukan koordinasi dengan dinas terkait setempat guna memperbaiki kembali jembatan penghubung antardesa di Kecamatan Sindangbarang yang putus akibat banjir agar warga tidak terisolasi.
Kepala BPBD Kabupaten Cianjur Asep Kusmanawijaya di Cianjur Selasa mengatakan, banjir bandang yang melanda dua desa di Kecamatan Sindangbarang Cianjur itu selain merendam puluhan rumah juga menyebabkan jembatan penghubung terputus sehingga aktivitas warga terhambat.
"Jembatan yang putus merupakan akses utama penghubung antardesa Kertamukti dan Kertasari, sehingga aktivitas warga terhambat untuk sementara. Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas PUTR Cianjur, guna mencarikan solusi agar warga tidak terisolasi," katanya.
Dia menjelaskan, meski ada jalur alternatif yang dapat dilalui namun membuat jarak tempuh menjadi lebih jauh untuk sampai ke pusat kecamatan, ke jalan provinsi atau sebaliknya menuju dua desa tersebut.
Pihaknya berharap dinas terkait dapat mencari solusi sementara dengan membangun jembatan darurat agar aktivitas warga terutama pendidikan dan ekonomi tetap berjalan meski tidak dapat dilalui kendaraan roda empat.
"Kami sudah meminta warga membuat jembatan darurat agar aktifitas tidak terhambat dan, pendistribusian bantuan dapat sampai dengan cepat sambil menunggu penanganan dari dinas terkait," katanya.
Camat Sindangbarang Ai Puput mengatakan, putusnya Jembatan Rancaorok yang berdiri di atas Sungai Cimapag, membuat aktivitas warga terhambat bahkan terisolasi sementara, sehingga pihaknya melalui BPBD Cianjur dan Dinas PUTR Cianjur dapat segera mencarikan solusi.
Hal itu karena jembatan penghubung antardesa tersebut merupakan akses utama dan terdekat yang dapat dilalui warga guna melakukan aktivitas ekonomi, pendidikan, dan kesehatan, sedangkan jalur alternatif membuat jarak tempuh menjadi lebih jauh dan lama.
"Harapan kami dibangun jembatan sementara agar warga tidak terisolasi dan tetap dapat melakukan aktivitas sehari-hari. Jalur alternatif ada tapi membuat warga harus memutar lebih jauh ketika hendak pergi atau pulang," katanya.
