Garut (ANTARA) - Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Garut menyampaikan tembakau yang diproduksi petani di Garut mampu terserap habis untuk memenuhi kebutuhan industri rokok yang beroperasi di berbagai daerah di luar Garut, terutama di Pulau Jawa.

"Berdasarkan statistik perkebunan 2024, angka sementara produksi tembakau Garut sebanyak 2.894,22 ton setara mole, sebagian besar produksi tersebut diserap oleh industri di luar Kabupaten Garut," kata Kepala Bidang Sarana Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan pada Dispertan Kabupaten Garut Ardhy Firdian di Garut, Rabu.

Ia menuturkan Kabupaten Garut merupakan daerah terluas lahan tembakau yang saat ini tercatat seluas 3.381,81 hektare tersebar di sejumlah kecamatan wilayah bagian selatan, tengah, dan utara Garut.

Luas lahan yang tercatat di tahun 2024 itu, kata dia, terjadi penambahan luas lahan tembakau sebesar empat persen dibandingkan tahun sebelumnya luas lahan sekitar 3.251,50 hektare.

Ia mengatakan tembakau yang diproduksi di Garut tahun 2024 sebanyak 2.894,22 ton sebagian besarnya sudah langsung diterima oleh industri rokok di luar Garut.

Petani tembakau di Garut, kata dia, menjual hasilnya ke industri rokok di luar daerah karena selama ini Kabupaten Garut tidak ada industrinya untuk menyerap tembakau Garut.

"Mengingat kapasitas industri hasil tembakau di Kabupaten Garut tidak memungkinkan untuk menyerap seluruh hasil produksi tembakau yang dihasilkan oleh para pekebun," katanya.

Ia menambahkan potensi permintaan pasar tembakau dinilai cukup besar berdasarkan perhitungan tahun 2023 membutuhkan sekitar 318.140 ton tembakau kering, sementara dari Garut baru dua ribuan ton per tahun.



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026