Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin menyatakan, pihaknya terus berupaya mengejar pemanfaatan potensi energi panas bumi di Kabupaten Garut, Jawa Barat untuk bisa meningkatkan dana bagi hasil (DBH) yang nanti bisa diperuntukkan mendorong percepatan pembangunan daerah di berbagai sektor.

"Saya lebih fokus pada apa yang bisa dilakukan pemerintah, sehingga dalam waktu dekat bahwa sumur (titik panas bumi) itu bisa segera berjalan, karena itu diharapkan akan meningkatkan TKD (transfer ke daerah) kita, meningkatkan DBH kita," kata Abdusy Syakur kepada wartawan di Pendopo Garut, Rabu.

Ia menuturkan, Kabupaten Garut memiliki potensi sebagai kawasan pembangkit listrik tenaga panas bumi seperti daerah Kamojang, Papandayan, dan Karaha.

Adanya potensi panas bumi itu, kata dia, tentu keberadaannya harus memberikan manfaat bagi daerah Garut, sehingga pihaknya terus mendorong ada pemanfaatan sumur baru panas bumi agar pendapatan dari DBH bisa lebih besar.

"Saya itu adalah bagaimana kita mengoptimalkan potensi yang ada di kita, khususnya panas bumi," katanya.

Ia menyampaikan, upaya mendorong pengembangan potensi panas bumi di Garut itu, maka pihaknya sudah menemui langsung jajaran Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral di Jakarta.

Hasil dari pertemuan itu, kata dia, dalam waktu jangka pendek ada rencana penambahan sumur bor baru panas bumi di area Kamojang dengan kapasitas 55 mega watt.

"Akan ada penambahan sumur baru di Kamojang yang diharapkan itu kapasitasnya 55 MW," katanya. 

Ia menyampaikan, selain area Kamojang rencana jangka panjangnya ada di kawasan Gunung Papandayan, namun pemanfaatan daerah itu masih tergolong lama bisa sampai 10 tahunan.

Area lainnya kawasan panas bumi di Karaha, kata dia, juga memiliki potensi dengan kapasitas 20 mega watt yang dapat memberikan keuntungan bagi Garut untuk bisa meningkatan DBH.

"Yang saya kejar adalah yang jangka pendek, ada (di Papandayan), cuman itu masih lama, saya enggak detail ke sana, yang saya tanyakan adalah bahwa Garut itu sekarang berkontribusi lebih dari 500 mega watt," katanya.

Ia mengungkapkan saat ini DBH untuk Garut tahun 2026 hanya mendapatkan Rp56 miliar atau terjadi penurunan diibandingkan tahun sebelumnya Rp116 miliar.

Ia berharap ke depan tidak ada pengurangan DBH, melainkan bisa bertambah karena DBH tersebut cukup membantu untuk pembangunan daerah, terutama manfaat bagi masyarakat sekitar area sumur panas bumi.

"Kita berharap ini bisa segera direalisasikan, dan supaya ada tambahan DBH," katanya.

 



Pewarta: Feri Purnama
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026