Cianjur (ANTARA) - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menargetkan capaian Universal Health Coverage (UHC) Prioritas pada Agustus 2025 dengan melakukan koordinasi lintas sektoral guna validasi data peserta jaminan kesehatan.
Plt Kepala Dinkes Cianjur Made Setiawan di Cianjur, Rabu, mengatakan UHC merupakan sistem penjaminan kesehatan yang memastikan setiap warga memiliki akses yang adil terhadap layanan kesehatan promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif bermutu.
“Target penerapan pada bulan Juli gagal karena berbagai kendala, termasuk pencoretan peserta jaminan kesehatan, verifikasi dari Badan Pusat Statistik (BPS) ditemukan ada keluarga yang secara ekonomi meningkat sehingga dihapus dari data penerima bantuan,“ katanya.
Dia menjelaskan UHC Prioritas mencakup kepesertaan Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) telah mencapai 98 persen dari total penduduk dan keaktifannya di atas 80 persen, sehingga layanan kesehatan dapat diberikan selama 1×24 jam untuk seluruh masyarakat.
Untuk memastikan data yang digunakan valid, pihaknya meningkatkan koordinasi dengan Dinas Sosial dan Disdukcapil Cianjur sehingga bantuan kesehatan tepat sasaran, dimana pemerintah daerah mendorong masyarakat golongan mampu mendaftar secara mandiri sebagai peserta BPJS Kesehatan.
"Kami terus mendorong agar ada solusi yang menguntungkan bagi masyarakat, karena hingga saat ini belum ada regulasi pasti terkait keluhan masyarakat soal iuran BPJS dan kemungkinan adanya penghapusan data," katanya.
Bagi masyarakat dari kalangan kurang mampu, pihaknya masih memperjuangkan agar ada kemudahan, namun pembiayaan BPJS Kesehatan sifatnya nasional, sehingga pihaknya harus menunggu kebijakan dari pemerintah pusat.
