Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon mendorong kawasan Makam Gunung Puyuh, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, untuk dikembangkan sebagai motor penggerak ekonomi daerah berbasis sejarah dan budaya.

“Kawasan Makam Gunung Puyuh dapat menjadi motor penggerak ekonomi Kabupaten Sumedang. Sejumlah unsur dapat mendukung ekonomi kreatif sekitar,” kata Fadli Zon dalam keterangannya di Jakarta, Sabtu.

Menurut Fadli, kawasan tersebut tidak hanya menjadi tempat peristirahatan terakhir pahlawan nasional Cut Nyak Dien, tetapi juga memiliki potensi besar untuk menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat sekitar, salah satunya melalui narasi sejarah dan karya budaya yang telah dihasilkan dari perjuangan sang pahlawan.

Ia mencontohkan film kepahlawanan Cut Nyak Dien yang pernah diproduksi dan dikenal luas sebagai karya sinema nasional yang merekam secara kuat perjuangan tokoh perempuan dalam melawan kolonialisme Belanda.

“Cut Nyak Dien adalah salah satu pahlawan nasional yang telah dibuatkan film dan sangat fenomenal. Dari sana, kita bisa melihat betapa luar biasa riwayat perjuangan beliau, dan ini bisa menjadi pintu masuk pengembangan ekonomi kreatif berbasis sejarah,” ujarnya.

Saat berziarah ke kompleks Makam Gunung Puyuh pada Jumat, Fadli menjelaskan bahwa Sumedang memiliki posisi strategis dalam sejarah perjuangan Cut Nyak Dien karena menjadi tempat pengasingan terakhir pahlawan asal Aceh tersebut hingga wafat.

Selama di Sumedang, Cut Nyak Dien dirawat oleh ulama setempat, Ki Haji Sanusi, yang berperan penting dalam mendampingi masa akhir hidupnya.

Dalam ziarah tersebut, Fadli juga mengenang semangat juang Cut Nyak Dien yang dinilainya sebagai simbol nasionalisme tanpa henti, meskipun harus menjalani pengasingan jauh dari tanah kelahiran.



Pewarta: Adimas Raditya Fahky P
Editor : Yuniardi Ferdinan

COPYRIGHT © ANTARA 2026