Jakarta (ANTARA) - Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuabi menilai pelemahan nilai tukar (kurs) rupiah dipengaruhi peningkatan ketidakpastian kebijakan tarif Amerika Serikat (AS).
“Meningkatnya ketidakpastian tarif AS terus trending di kalangan para investor, setelah Wall Street Journal (WSJ) melaporkan pada hari Minggu (20/7) bahwa Uni Eropa (UE) sedang mempersiapkan tindakan balasan atas tarif perdagangan Presiden AS Donald Trump,” katanya dalam keterangan tertulis di Jakarta, Senin.
Tindakan balasan dari UE merupakan tanggapan atas tuntutan pejabat AS yang merasa permintaan untuk kesepakatan perdagangan, sekaligus menerapkan tarif dasar sebesar 15 persen.
Dalam waktu dekat, yakni 1 Agustus, AS disebut akan segera memberlakukan tarif antara 20-50 persen terhadap sejumlah negara. Hal ini membuat investor bersikap hati-hati.
Selain itu, Presiden AS Donald Trump juga mengancam bakal memberikan sanksi kepada pembeli ekspor Rusia kecuali Moskow menyetujui kesepakatan damai dengan Ukraina dalam 50 hari.
Pewarta: M Baqir Idrus AlatasEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026