Bandung (ANTARA) - Aktivitas “healing tipis-tipis” kini menjadi tren di kalangan anak muda Bandung, khususnya Gen Z dan pekerja muda. Mereka mencari cara melepas penat dengan cara yang sederhana, terjangkau, namun tetap menyenangkan.
Tujuan favoritnya antara lain kawasan Punclut, Forest Walk Babakan Siliwangi, dan dataran tinggi Lembang. Ketiganya bisa dijangkau dengan motor dan tidak memerlukan biaya yang besar.
Punclut menjadi destinasi paling ramai saat sore hingga malam hari. Selain udara sejuk, pengunjung bisa duduk santai sambil menikmati citylight Bandung tanpa harus membayar tiket masuk.
Di sisi lain, Forest Walk di Babakan Siliwangi menawarkan suasana rimbun pepohonan yang menenangkan. Spot ini cocok untuk sekadar jalan kaki, membaca buku, atau untuk menenangkan pikiran.
Sementara kawasan Lembang, yang mudah diakses via motor, masih menjadi daya tarik bagi pencari udara segar. Banyak dari mereka memilih tempat seperti tepi kebun teh, bukit tersembunyi, atau warung sederhana dengan pemandangan.
Healing tipis-tipis seperti ini membantu mereka mengembalikan semangat, tanpa harus menguras isi dompet. Beberapa bahkan menyebut kegiatan ini sebagai rutinitas akhir pekan yang wajib.
Tren ini juga memperlihatkan perubahan gaya liburan anak muda yang kini lebih sadar akan pengeluaran, namun tetap mencari makna dari waktu luang yang berkualitas.
Tak sedikit pula yang menjadikan aktivitas ini sebagai konten untuk di media sosial, dari foto senja, siluet, citylights hingga cerita reflektif soal hidup dan karier.
Fenomena healing tipis-tipis ini menunjukkan bahwa Bandung masih punya banyak ruang terbuka yang bisa diakses publik secara gratis.
Aktivitas sederhana ini menjadi cara efektif bagi anak muda untuk menyegarkan pikiran di tengah rutinitas mereka yang padat.
