Bandung (ANTARA) - Dinas perhubungan Jawa Barat menyiapkan berbagai langkah strategis mulai dari ramp check hingga pengawasan tarif pada angkutan, demi menghadapi serta mendukung kelancaran, keselamatan, dan kenyamanan masyarakat selama periode Angkutan Lebaran Tahun 2026.
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Jawa Barat Dhani Gumelar menyampaikan langkah strategis yang bakal diambil itu, telah dilakukan persiapan secara menyeluruh, baik dari aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, maupun koordinasi lintas sektor.
"Dinas Perhubungan berkomitmen memberikan pelayanan transportasi yang aman, tertib, dan lancar selama arus mudik dan arus balik lebaran. Keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama kami," kata Dhani di Kompleks Dishub Jabar, Kabupaten Bandung, Senin.
Berbagai langkah persiapan yang matang ini, kata dia, dirancang dalam Rapat Koordinasi Rencana Operasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran Tahun 2026/1447 H pada hari Jumat (6/3), bersama kepolisian, BPBD Jabar, Dinas Kesehatan Jabar dan stakeholder terkait.
Langkah strategis yang dipersiapkan di Jawa Barat, kata Dhani, yang pertama adalah pelaksanaan ramp check yang telah dilakukan sejak awal Maret 2026 dimulai dari tanggal 7 Februari 2026 di GTC Limbangan, Kabupaten Garut.
Dalam ramp check, petugas memeriksa kelaikan jalan dari angkutan umum, khususnya bus antar kota dan dalam kota, yang meliputi pengecekan teknis seperti sistem pengereman, lampu penerangan, ban, alat keselamatan, serta kelengkapan administrasi kendaraan dan pengemudi.
Kedua, pembentukan 159 posko angkutan Lebaran, yang terdiri dari 4 rest area bersama Kemenhub, 5 posko ruas jalan terpadu provinsi, 115 posko kewilayahan kota/kabupaten dan 35 posko simpul provinsi yang tersebar di beberapa terminal dan titik strategis.
"Ini untuk kebutuhan monitoring pergerakan penumpang serta arus lalu lintas, sekaligus memberikan layanan informasi dan menerima pengaduan masyarakat," ujarnya.
Selain itu, lanjut dia, pemantauan arus lalu lintas juga dilakukan melalui CCTV Pemprov Jabar dan Kota/Kabupaten yang terpusat di Jabar Digital Center dan Kantor Dishub Jabar.
Ketiga, pengaturan dan rekayasa lalu lintas bersama kepolisian dan instansi terkait, seperti sistem satu arah (SSA), ganjil genap, contra flow, manajemen pengalihan arus lalu lintas jalan alternatif, pembatasan lokasi putar arah.
"Dan juga pembatasan pengoperasian mobil barang pada hari dan jam tertentu pada titik-titik rawan kemacetan, termasuk manajemen arus kendaraan di kawasan terminal dan simpul transportasi," ucapnya.
Keempat, pengecekan dan optimalisasi fasilitas terminal, alat penerangan jalan (APJ), rambu dan marka jalan, serta peningkatan kebersihan dan kenyamanan area pelayanan guna memastikan kesiapan sarana dan prasarana, serta menunjang kelancaran mobilitas masyarakat.
Kelima, dilakukan pengawasan terhadap penerapan tarif angkutan sesuai ketentuan yang berlaku serta pencegahan praktik pungutan liar, guna melindungi hak-hak pengguna jasa transportasi.
Persiapan menghadapi mudik lebaran 2026, tidak hanya dari memastikan langkah strategis, tapi personel juga dipastikan kesiapannya dari tingkat provinsi sampai kabupaten/kota.
Selain itu, Dhani mengatakan pihaknya juga mengimbau pada masyarakat untuk memastikan kondisi kesehatan sebelum bepergian, mematuhi aturan lalu lintas, serta memilih angkutan umum yang telah dinyatakan laik jalan.
"Dengan sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, operator transportasi dan masyarakat, diharapkan penyelenggaraan angkutan Lebaran tahun 2026 dapat berjalan dengan aman, lancar, dan selamat," tuturnya.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.