“Kalau 86 orang seperti sekarang masih memungkinkan. Tapi kalau 500 orang, apalagi ditambah lagi nanti dengan kloter terakhir kepala daerah, tentu harus dikaji kembali kesiapan pelaksanaannya,” katanya.
Wamendagri menyebut waktu pelaksanaan gelombang ketiga masih menunggu keputusan lebih lanjut. Namun, Presiden telah menginstruksikan agar program ini dipercepat untuk mendukung akselerasi program pembangunan nasional.
“Pelaksanaannya belum ditetapkan bulan apa, tapi Presiden meminta agar dipercepat karena perlu akselerasi program,” kata Bima.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kemendagri buka opsi retret kepala daerah digabung dengan sekda
