Ia belajar dengan tekun sebelum UTBK berlangsung dengan motivasi agar diterima di jurusan pilihannya, yaitu Program Studi Pendidikan Khusus (PKh) di salah satu universitas di Jakarta, sehingga ke depannya, ia bisa memperjuangkan pendidikan untuk sesama penyandang disabilitas.
Demi mendukung peserta difabel dalam pelaksanaan UTBK, UI melakukan berbagai persiapan sejak tahap pendaftaran, termasuk integrasi data disabilitas tunarungu dan tunawicara ke dalam sistem.
Selain itu, lokasi ujian difabel seperti Gedung C Rumpun Ilmu Kesehatan juga dilengkapi lift dan fasilitas ramah disabilitas lainnya.
Melalui langkah ini, UI berupaya menyelenggarakan UTBK yang inklusif dan berkeadilan, tidak hanya dari penyediaan fasilitas fisik yang ramah difabel, tetapi juga kesiapan sumber daya manusia untuk menciptakan pengalaman ujian yang aman dan nyaman bagi seluruh peserta.
Ke depannya, Abdurrohman berharap UI dapat terus meningkatkan aksesibilitas, salah satunya dengan menambah paving block atau jalur pemandu khusus tunanetra yang ada di lingkungan
kampus.
"Dengan kemudahan akses ini, semoga para disabilitas bisa terus menjunjung tinggi dirinya walaupun punya keterbatasan untuk menuntut ilmu," katanya.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UI wujudkan UTBK inklusif untuk 76 peserta difabel
