Antarajabar.com - Organisasi pecinta alam Vertical Rescue Indonesia membangun jembatan darurat untuk memudahkan masyarakat menyeberangi Sungai Cimanuk, Kabupaten Garut, Jawa Barat, yang sebelumnya rusak diterjang banjir bandang.
"Kami membuat jembatan darurat ini agar warga tidak lagi memakai perahu saat menyeberang sungai," kata perwakilan dari Vertical Rescue Indonesia, Tedi Ixdiana kepada wartawan di Garut, Senin.
Ia menuturkan jembatan yang menghubungkan dua kecamatan yakni Banyuresmi dan Karangpawitan itu rusak setelah diterjang banjir bandang luapan Sungai Cimanuk, Selasa (20/9) malam.
Akibatnya, kata dia, warga dari Kecamatan Karangpawitan sulit melintasi sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari seperti berdagang maupun sekolah.
"Sejak jembatan rusak, warga terpaksa menggunakan perahu untuk nyeberang sungai," katanya.
Ia menyampaikan pembangunan jembatan darurat itu merupakan hasil pengumpulan dana dari para donatur yang peduli terhadap korban banjir.
Ia menyebutkan donasi yang terkumpul berupa seperti kabel baja dan logistik lainnya yang menunjang kebutuhan pembangunan jembatan.
"Hasil donasi yang dikumpulkan ini berupa barang seperti kabel baja dan logistik lainnya, hari ini jembatan sudah bisa dipakai," katanya.
Ia menambahkan jembatan darurat itu memiiki kemampuan yang cukup kuat atau sampai 20 orang.
Namun untuk menjaga keamanan, kata dia, jembatan darurat itu hanya dapat dilintasi maksimal dua orang.
"Karena ini kondisi jembatan darurat, jadi hanya bisa dilalui untuk dua orang," katanya.
Warga Kampung Cijambe, Kecamatan Karangpawitan, Dayat mengatakan jembatan darurat itu telah membantu masyarakat untuk menyeberangi sungai dengan nyaman.
Dayat yang biasa menyeberangi sungai itu mengatakan selama ini warga melewati sungai dengan memakai rakit yang cukup berbahaya dan lebih lama.
"Adanya jembatan darurat sangat membantu walaupun maksimalnya hanya dilewati dua orang," katanya.
Pecinta Alam Bangun Jembatan Darurat di Garut
Senin, 3 Oktober 2016 18:41 WIB