Bursa saham Eropa berhasil bangkit dari level terendahnya dalam 14 bulan setelah empat hari berturut-turut mengalami tekanan jual. Investor tetap mencermati reaksi negara-negara terhadap tarif luas dari AS.
Indeks STOXX 600 Eropa naik 2,72 persen atau 12,90 poin ke level 486,91 setelah sempat anjlok lebih dari 12 persen dalam empat sesi terakhir. Indeks DAX Jerman juga menguat 2,48 persen atau 490,64 poin ke 20.280,26, berhasil menghindari konfirmasi bear market, serta indeks Inggris FTSE 100 naik 2,71 persen atau 208,45 poin menjadi 7.910,53, dan CAC 40 Prancis bertambah 2,5 persen atau 173,30 poin ke 7.100,42.
Sementara itu, bursa saham AS Wall Street bergerak melemah pada perdagangan Selasa (08/04), harapan investor terhadap penundaan atau pelonggaran tarif baru AS memudar menjelang tenggat waktu tengah malam. Indeks S&P 500 ditutup melemah 79,48 poin atau 1,57 persen menjadi 4.982,77, yang mana terakhir kali berada di bawah 5.000 adalah pada 19 April tahun 2024.
Indeks Dow Jones kehilangan 320,01 poin atau 0,84 persen menjadi 37.645,59, dan Nasdaq terpuruk 335,35 poin 2,15 persen ke posisi 15.267,91.
Bursa saham regional Asia pagi ini, antara lain indeks Nikkei melemah 820,55 poin atau 2,49 persen ke 32.192,03, indeks Shanghai melemah 23,03 poin atau 0,73 persen ke 3.122,52, indeks Kuala Lumpur melemah 13,46 poin atau 0,93 persen ke 1.430,10, dan indeks Strait Times melemah 51,55 poin atau 1,49 persen ke 3.417,92.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IHSG diprediksi lanjutkan pelemahan, pasar tunggu negosiasi RI-AS
