Garut (ANTARA) - Kepala Kepolisian Resor Garut AKBP Mochamad Fajar Gemilang mengecek langsung pos pengamanan untuk memastikan semua fasilitas maupun personel sudah siap memberikan pelayanan bagi masyarakat terutama pemudik di jalur mudik wilayah Kabupaten Garut, Jawa Barat.
"Kami ingin memastikan bahwa seluruh pospam siap 100 persen untuk melayani masyarakat, baik dari segi personel, fasilitas hingga koordinasi antarinstansi," kata Fajar saat meninjau pos pengamanan di Garut, Selasa.
Ia menuturkan, Kepolisian Resor Garut telah melakukan persiapan pengamanan di jalur mudik seperti di jalan nasional lintas Limbangan-Malangbong, maupun jalur provinsi di jalur wilayah Kadungora-Leles.
Selain itu, kata dia, pos pengamanan di jalur lainnya seperti objek wisata dan pusat perkotaan juga sudah siap untuk memberikan pelayanan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas kendaraan.
"Pengecekan ini dilakukan untuk memastikan bahwa semua pospam berfungsi dengan baik dalam memberikan pelayanan dan keamanan bagi para pemudik," katanya.
Ia menjelaskan, keberadaan pos pengamanan maupun pos pengaturan di jalur mudik merupakan elemen penting yang harus disiapkan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas dan memberikan rasa aman kepada masyarakat.
Setiap pos yang disiagakan di jalur mudik itu, kata dia, sudah tersedia sarana dan prasarananya, seperti pos pengamanan terdapat fasilitas kesehatan, makanan, dan minuman bagi pengemudi, alat komunikasi untuk mendukung kelancaran operasional.
"Kami berkomitmen untuk terus memberikan pengawasan yang maksimal demi kelancaran dan keselamatan selama periode mudik Lebaran," katanya.
Terkait kondisi arus lalu lintas di hari kedua diberlakukannya Operasi Ketupat Lodaya 2025 terpantau masih lancar dilintasi kendaraan roda dua maupun roda empat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Garut, Iptu Aang Andi Suhandi mengatakan, volume kendaraan di jalur utama telah terjadi peningkatan, meski begitu masih terkendali lancar.
"Arus lalu lintas masih terpantau lancar, kami akan terus siaga mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang mungkin terjadi menjelang hari-hari puncak arus mudik," katanya.