Antarajabar.com - Jalan raya Cicalengka, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, masih tertutup banjir lumpur akibat luapan air Sungai Citarik yang sudah terjadi sejak sepekan lalu.
"Sudah delapan hari Jalan Cicalengka di Citarik tidak bisa dilewati kendaraan seperti biasanya karena banyak lumpur," kata Yadi warga Desa Panenjoan, Kecamatan Cicalengka, Kamis.
Ia menuturkan bencana banjir akibat luapan Sungai Citarik itu terjadi, Selasa (12/4), sejak itu warga Cicalengka yang hendak ke arah Kota Bandung maupun sebaliknya tidak bisa melintas.
Pengguna kendaraan roda dua maupun empat, kata Yadi, terpaksa harus memutar arah yang jaraknya lebih jauh.
"Kalau dipaksakan lewat bisa bahaya, karena lumpurnya tebal, paling truk gede yang bisa lewat Citarik," kata Yadi.
Warga Cicalengka lainnya, Dani Nuroni mengeluhkan masalah banjir Citarik yang berada diperbatasan kabupaten itu tidak cepat diselesaikan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung maupun Sumedang.
Menurut dia banjir lumpur tersebut karena adanya penyempitan dan pendangkalan Sungai Citarik di wilayah Bandung maupun Sumedang sehingga air sungai meluap ketika terjadi hujan deras.
"Sudah bertahun-tahun setiap hujan daerah Citarik selalu banjir, dan kejadian sekarang lebih parah, sampai berhari-hari jalan tidak bisa dilewati," katanya.
Ia berharap persoalan banjir di Cicalengka dapat segera diatasi oleh pemerintah agar warga dapat beraktivitas seperti biasa dengan nyaman.
"Jangan biarkan banjir di Cicalengka terus terjadi, warga butuh kenyamanan, pemerintah harus segera menyelesaikannya," kata Dani.
Banjir lumpur di Jalan Raya Cicalengka itu diperkirakan setinggi 50 cm sampai 1 meter menutup seluruh badan jalan di kawasan itu.