Sebelumnya pemerintah sudah menambah alokasi sebanyak 78.297 ton dari 41.235 ton.
Account Executive Cianjur Geugeu Sudewi di Cianjur Jumat, mengatakan, alokasi meningkat sehingga petani tidak lagi ragu untuk menebus pupuk bersubsidi karena dari alokasi tersebut jumlah petani yang menerima pupuk bersubsidi bertambah.
"Pencapaian realisasi penyaluran dengan adanya penambahan baru 46 persen atau sebanyak 36.121 ton dengan alokasi awal sudah 88 persen realisasi. Karena ada penambahan jadi realisasinya masih di bawah 50 persen," katanya.
Pihaknya mendorong petani yang mendapatkan kuota pupuk bersubsidi untuk segera menebus, karena stok pupuk di gudang lini III Cianjur mencapai 8.401 ton, terdiri dari Urea 4.444 ton, dan NPK 3.836 ton.
Stok tersebut sesuai dengan ketentuan minimum yang diatur pemerintah dan sangat cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam satu bulan ke depan, sehingga petani dapat segera menebus atau jika tidak akan terjadi pembersihan atau cleansing.
"Kami sudah meminta petani melalui ketua kelompok untuk segera menebus sebelum pembersihan dilakukan, saat ini stok pupuk bersubsidi di gudang Lini III Cianjur masih banyak," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.