Berdasarkan keterangan dari Universitas Padjadjaran (Unpad), tim mahasiswa tersebut terdiri dari Faris Hernando Reviansyah dan Azzahra Delvyra dari FKG, kemudian Prisilia Dita S, Fahmi Nur A, dan Adil Abdul Rauf dari FMIPA, yang mendapat arahan dan bimbingan dari dosen Unpad Muhammad Yusuf Ph.D.; Dr. Veni Takarini, drg., M.Kes.; dan Dr. Slamet Usman Ismanto, M.Si.
Baca juga: Unpad memberi pelatihan bagi 22 peneliti dari 11 negara OKI soal vaksin
"Proyek mahasiswa yang memperoleh medali emas tersebut berjudul 'Screen Printed Electrode (SPE) for Oral Cancer Early Diagnosis (SPEED): A Novel Method For Oral Cancer Detection Using Saliva as Biomarker'," kata Yusuf dalam keterangan di Bandung, Rabu.
Dalam proyek tersebut, tim menggagas pengembangan Screen Printed Electrodes (SPE) yang dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi kanker rongga mulut dengan hanya menggunakan sampel air liur.
Sensor SPE, bekerja berdasarkan imunosensor elektrokimia dengan mendeteksi komponen analit yang terkandung dalam air liur.
Proyek ini, bertujuan untuk mengembangkan alat deteksi dini untuk tanda-tanda klinis dini pada kanker mulut serta mendukung diagnosis kanker mulut menjadi lebih spesifik dan praktis dengan metode non-invasif.
Gagasan alat pendeteksi kanker mulut dengan menggunakan sampel saliva ini berawal dari mahasiswa FKG Unpad.
Mereka menggabungkan prinsip fisiologis saliva di dalam mulut dengan menghitung kadar saliva yang tersekresi kemudian dilanjut dengan penghitungan kadar analit dalam kandungan salivanya.
"Kami dari FKG berfokus di teori, sedangkan dari MIPA lebih ke cara kerja praktisnya, perhitungan secara kimiawinya," kata Nando yang merupakan ketua tim.
Pewarta: Ricky PrayogaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.