Antarajawabarat.com, 13/1 - Pemerintah Kota Bandung Gasibu Mini atau Gasmin di kawasan Antapani sebagai realisasi merevitalisasi ruang publik di kawasan itu.
"Gasibu Mini itu terdiri dari mesjid sebagai tempat ibadah, sekolah, kantor sekretariat serta tempat resepsi pernikahan dan area untuk olahraga," kata Her Pratama arsitek yang merancang desain Gasibu Mini di Bandung, Selasa.
Alun-alun Gasmin itu dirancang untuk bisa mengintegrasikan empat atau lebih kegiatan di dalam suatu ruang terbuka.
"Pertama menjadikan mesjid dan minaret sebagai sumbu as garis yang menjadi orientasi. Kemudian membagi ruang ruang terbuka menjadi beberapa zona yang bisa dimanfaatkan oleh publik," katanya.
Ia menyebutkan banyak permasalahan yang dihadapi, seperti kegiatan yang tidak saling mendukung, parkir yang semrawut, dan pedagang kaki lima yang menyerobot. Hal itu terjadi di ruang publik lainnya.
"Contoh kegiatan yang tidak saling mendukung seperti ketika di hari minggu ada masyarakat yang olahraga, bersamaan dengan itu ada acara pernikahan, parkir penuh dan PKL penuh sesak," katanya.
Selain membangun Gasibu Mini, pihaknya juga akan melakukan manajemen pengelolaan yang efektif dengan pengawasan oleh penjaga taman atau di Kota Bandung biasa disebut "Rangger".***4***
Ria
