Dengan semakin berkembangnya transportasi publik di Jabodetabek, diharapkan kota-kota besar lain dapat menjadikannya sebagai barometer. Pasalnya, saat ini sejumlah kota besar di Indonesia masih hanya mengandalkan moda angkot atau bus untuk transportasi umum di dalam kotanya.

Semua pengembangan transportasi publik yang dibahas di atas hanyalah pull factor atau upaya daya tarik sehingga angkutan umum ini bisa menarik masyarakat beralih ke kendaraan umum. Tidak kalah penting adalah perlu adanya push policy/kebijakan mendorong masyarakat beralih ke kendaraan umum, di antaranya yang telah dimulai dengan kebijakan ganjil genap dan rencana penerapan jalan berbayar  (electronic   road pricing/ERP).

Atau, jika dimungkinkan pembatasan kepemilikan kendaraan pribadi dan berbagai kebijakan lain yang bisa mengurangi kepadatan di jalan.



*Ahmad Jayadi, Pranata Humas Ahli Muda Kementerian PUPR











 

Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Mengatasi ketertinggalan konektivitas transportasi publik

Editor : Zaenal A.

COPYRIGHT © ANTARA 2026