ANTARAJAWABARAT.com, 28/12 - Pemerintah Provinsi Jawa Barat memandang pondok pesantren sebagai institusi strategis untuk meningkatkan kualitas SDM dan pada 2013 sebanyak 1.000 "kobong" (ruang pesantren) siap dibangun di pondok pesantren di daerah itu.

"Secara bertahap akan dibangun 1.000 'kobong' dulu untuk tahun depan, berikutnya akan kita hitung lagi. Karena kebutuhannya sangat besar, pesantren di Jabar sangat banyak," kata Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan dalam Wisuda Pendidikan Kader Ulama (PKU) Ke VI dan Ijtima Ulama MUI Kabupaten Bogor, Kamis.

Menurut Heryawan, pembangunan dunia pesantren di Jabar harus dimulai dengan melihat permasalahannya terlebih dahulu.

Ia mengatakan, data awal dari Kanwil Kementerian Agama Jabar menunjukkan bahwa ada 6.000 pesantren di Jabar.

Akan tetapi, ketika dilakukan pegecekan dengan survei langsung ke lapangan akan berbagai persoalan yang dihadapi pesantren ditemukan temuan menarik, jumlah pesantren di Jabar ada 12.468.

"Ini jauh sekali perbedaannya. Dari situlah kami menyusun langkah-langkah yang perlu diambil dalam pembangunan pendidikan keagamaan di Jabar. Untuk madrasah sampai 2012 ini sudah di bangun 1.200 ruang kelas baru (RKB), nah sekarang giliran ruang kelas untuk pesantrennya," katanya.

Heryawan berharap dari institusi keagamaan ini akan lahir SDM yang berkualitas secara teknis, tapi juga memiliki akhlak yang baik.

"Saya berharap dari pesantren akan lahir pemimpin-pemimpin hebat yang anti korupsi," ujarnya.

Selain masuk ke ranah pemerintahan, lulusan pesantren kelak diharapkan mampu menjadi penggerak ekonomi, menjadi para pengusaha.

"Tolong ke depan anak-anak kita dijadikan para pedagang, pebisnis yang sholeh dan mabrur," ujarnya.

Menurut dia, tidak ada pertentangan antara agama dan kekayaan, justru agama menganjurkan agar kita kaya dan sejahtera.

"Allah memerintahkan kita untuk sholat dan berzakat. Untuk berzakat harus punya uang, harus kaya," katanya.

Heryawan juga mendukung agar para lulusan PKU juga menjadi tulang punggung dakwah di lingkungannya masing-masing.
"Ke depan yang ikut PKU bisa juga dari instansi pemerintahan, kepolisian, atau pun TNI, karena mereka juga butuh rohaniawan di instansinya masing-masing. Saya ucapkan selamat kepada para wisudawan," kata dia.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026