"Dulu di Kabupaten Tasikmalaya ada Unit Reaksi Cepat, dan ini di Garut ada juga penanggulangan cepat seperti ini, apa pun namanya," katanya.
Ia berharap adanya lembaga gerakan sosial di kota/kabupaten itu bisa membantu JQR di tingkat provinsi yang selama ini masih keterbatasan personel sehingga belum bisa mengakomodasi semua persoalan sosial di Jabar.
Baca juga: JQR bantu pembangunan rumah rusak akibat banjir di Ciwidey Bandung
Uu juga berharap keberadaan JQR tetap melayani memberikan bantuan kepada masyarakat meskipun nanti kepemimpinan di Jabar sudah diganti.
"Jabar Quick Response terbatas hanya di bawah 100 orang, tetapi, kenapa tidak ke depan pun di kabupaten/kota ada, tetapi harapan kami Jabar Quick Response ini sekalipun kepemimpinannya berganti tetap Jabar Quick Response ingin ada selamanya," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Yuniardi Ferdinan
COPYRIGHT © ANTARA 2026