Garut (ANTARA) - Bupati Garut Abdusy Syakur Amin memastikan anak perempuan di bawah umur yang menjadi korban asusila di daerah itu mendapatkan penanganan pemulihan psikis agar tidak trauma berkepanjangan atas peristiwa yang dialami.
"Untuk pemulihan anaknya itu, sudah, menggunakan psikolog," kata dia di Garut, Jawa Barat, Rabu.
Ia mengaku sudah mendapatkan laporan kasus tindak pidana kekerasan seksual menimpa perempuan yang usianya di bawah umur yang saat ini sudah ditangani Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Garut.
Kejadian itu, kata dia, menjadi perhatian pemerintah daerah dengan menurunkan petugas khusus untuk mendatangi keluarga korban dan melakukan pendampingan terhadap korban agar kembali beraktivitas normal.
"Saya sudah minta ke DP2KBP3A secara khusus, mereka sudah datang ke rumah keluarga korban, dan sudah ada 'follow up'-nya," katanya.
Ia menyampaikan instruksi itu sekaligus untuk mencari tahu lebih lanjut informasi yang disampaikan di media massa terkait dengan kejadian sebenarnya dalam kasus itu.
Kejadian itu, kata dia, harus ditindaklanjuti dan lebih masif dilakukan sosialisasi kepada seluruh elemen masyarakat untuk mencegah kejadian serupa karena khawatir ada kasus yang sama di daerah lain.
"Saya juga sampaikan ke mereka (dinas), harus lebih intens lagi dalam sosialisasikan mengenai potensi terjadinya kekerasan seksual," katanya.
Kasus kekerasan seksual terhadap anak itu terjadi di Kecamatan Tarogong Kidul dengan tersangka ayah kandung, kemudian di Kecamatan Cibalong tersangka pria lanjut usia.
Unit Perlindungan Perempuan dan Anak Satuan Reserse Kriminal Polres Garut sudah menangani kasus kejahatan seksual tersebut dengan menahan tersangka untuk menjalani proses hukum.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.