Kota Bogor (ANTARA) - Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor Sri Nowo Retno menyebutkan tren kenaikan kasus COVID-19 mulai pertengahan Juni hingga akhir Juli 2022 akibat meningkatnya mobilitas masyarakat, melemahnya penerapan protokol kesehatan dan berkurangnya penggunaan masker.
Selain tiga faktor penting itu, kata Retno, kurang antusiasnya masyarakat terhadap vaksinasi penguat juga patut menjadi perhatian semua pihak untuk mencegah penyebaran COVID-19.
Sebenarnya salah satu penangkal penyebaran COVID-19 secara sederhana yang bisa dilakukan masyarakat yakni tetap menjaga protokol kesehatan, kata dia.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Dinkes: Kasus COVID-19 Kota Bogor naik karena mobilitas-prokes melemah