Menperin menyampaikan dalam pertemuan round table antara pelaku bisnis kedua negara akan dibahas peluang kerja sama, terutama di bidang industri.
“Kami melihat bahwa peluang kerja sama di sektor manufaktur yang dapat dikembangkan Indonesia dan Jerman meliputi industri semikonduktor, produksi vaksin, serta pengembangan Industri 4.0,” jelasnya.
Di bidang industri semikonduktor, peluang investasi tercipta karena Indonesia merupakan pasar elektronika dan produk jadi elektronika. Selanjutnya, sumber daya manusia serta sumber daya alam di Indonesia merupakan potensi besar dalam pengembangan industri semikonduktor.
Sedangkan pada produksi vaksin, terdapat perusahaan-perusahaan farmasi antara lain PT Bio Farma (persero) dan PT Biotis Pharmaceutical Indonesia yang merupakan produsen vaksin di Indonesia.
Kerja sama produksi vaksin diharapkan dapat mendorong transfer teknologi untuk pengembangan vaksin dan produksi vaksin bersama yang akan menguntungkan kedua pihak dan berkontribusi pada pemulihan pandemi global.
Terkait pengembangan Industri 4.0, dalam penyelenggaraan Hannover Messe 2022 lalu, telah ditandatangani MoU antara Kementerian Perindustrian (Kemenperin) dengan Deutsche Messe Technology Academy (DMTA) di bidang pengembangan SDM industri dan transformasi Industri 4.0.
“Kerja sama ini diharapkan dapat mendukung pengembangan Smart Industry Academy di Indonesia,” jelas Menperin.
