Sekretaris Dinkes Cianjur, dr Yusman Faisal di Cianjur Selasa mengatakan untuk Jawa Barat, khususnya Cianjur, hingga saat ini belum ditemukan kasus COVID-19 dengan kedua varian baru itu.
"Tapi untuk antisipasi perlu dilakukan karena Cianjur berdekatan dengan wilayah yang sudah ditemukan kasus COVID-19 varian baru seperti Jakarta. Terlebih setiap akhir pekan banyak wisatawan dari Jabodetabek yang datang ke tempat wisata di kawasan Puncak-Cianjur," katanya.
Sejak dua bulan terakhir, kata dia, Cianjur sudah nol kasus COVID-19, sehingga berbagai kelonggaran telah dilakukan termasuk membuka masker di luar ruangan. Namun seiring merebaknya varian baru virus berbahaya itu, warga diminta untuk kembali meningkatkan prokes terutama di tempat umum.
Warga tetap diminta untuk menggunakan masker saat beraktiftas di luar rumah, terutama di pusat keramaian, menjaga jarak dan kembali rajin mencuci tangan dan mandi setelah pulang dari beraktifitas.
"Kewaspadaan harus kembali ditingkatkan warga berbagai kalangan, sehingga Cianjur tetap bisa mempertahankan nol kasus COVID-19 yang sudah berjalan dua bulan. Kewaspadaan ini juga sebagai upaya antisipasi masuknya COVID-19 Omicron varian baru," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Zaenal A.
COPYRIGHT © ANTARA 2026