Cianjur (ANTARA) - Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, melakukan berbagai cara guna menekan aksi tawuran pelajar di daerah itu, salah satunya dengan meningkatkan pengawasan di media sosial (medsod) milik para pelajar.
Plt Kepala Bidang SMP Disdikpora Cianjur Ipan Sopandi di Cianjur, Jumat, mengatakan upaya pencegahan dini terhadap potensi konflik antarpelajar dinilai semakin meresahkan terutama melalui media sosial diduga kerap menyebarkan konten provokatif.
Pihaknya menyiagakan tim setiap harinya guna memantau di berbagai akun media sosial milik pelajar yang banyak dilaporkan mengarah pada ajakan tawuran seperti beberapa waktu lalu yang dilakukan siswa asal Cianjur dengan Sukabumi membuat janji di medsos untuk melakukan aksi tawuran.
"Pengawasan yang dilakukan sejalan dengan kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan media sosial bagi anak di bawah umur yang tertuang dalam Permenkomdigi Nomor 9 Tahun 2026," katanya.
Dalam kebijakan tersebut, tambah dia, mengatur pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah umur sehingga diharapkan dapat menekan penyebaran konten negatif dan kegiatan lainnya yang dapat merusak masa depan mereka.
Sehingga, pihaknya meminta pihak sekolah melalui rayon dan sub-rayon termasuk melibatkan Kementerian Agama untuk melakukan pembinaan terhadap siswa yang terindikasi terlibat dalam ajakan di media sosial untuk melakukan tawuran.
Selain itu, pihak sekolah diminta lebih aktif mengarahkan siswa dalam berbagai kegiatan positif dan produktif termasuk meningkatkan pengawasan aktivitas siswa dalam menggunakan media sosial saat berada di lingkungan sekolah maupun di rumah.
Pihak sekolah, juga diharapkan dapat mendata akun media sosial siswa melalui wali kelas sebagai bagian dari upaya pengawasan dan pencegahan perilaku negatif di media sosial, guna memudahkan pengawasan dan pemantauan.
“Ketika ditemukan hal yang mengarah ke berbagai aksi yang dapat merugikan pelajar itu sendiri dan pelajar lainnya, pihak sekolah dapat dengan cepat melakukan tindakan pencegahan," katanya.
Pewarta: Ahmad FikriEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026