ANTARAJAWABARAT.com, 9/5 - Kuasa Hukum Rumah Sakit Umum Pemerintah Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membantah bahwa telah terjadi malpraktik terhadap keyboardist band Peterpan David Kurnia Albert, apa yang dialami oleh David usai menjalani operasi pengangkatan batu empedu merupakan sebuah risiko medis.

"Tidak ada dugaan, malpraktik. Perlu saya jelaskan dan tegas di sini apa yang terjadi pada saudara David ialah resiko medik," kata Kuasa Hukum RSHS Bandung Benny Wullur, di Ruang Sidang RS Hasan Sadikin Bandung, Jalan Dr Djundjunan Kota Bandung, Rabu.

Ia mengatakan, resiko medis bisa menimpa pasien siapa saja dan kapan saja bagi pasien yang hendak melakukan tindakan operasi penyakit apapun.

"Resiko medik ini bisa terjadi kepada siapa pun dan kapan pun. Resiko medis itu berbeda dengan malpraktik," katanya.

Menurut dia, tidak ada unsur kelalaian atau salah prosedur dalam proses operasi kecil terhadap David "Peterpan" tersebut.

Namun, pihaknya menyayangkan sikap dari David Peterpan tidak kembali lagi setelah merasakan rasa sakit usai menjalani operasi di RS Hasan Sadikin.

"Ini yang kami sayangkan, harusnya setelah dia merasa ada keluhan usai operasi, kembali lagi ke sini. Jadi sempat ditunggu oleh kami, tapi tidak datang. Dan malah kita dapat kabar dia berobat dari rumah sakit lain," kata Benny.

Pihaknya membenarkan, bahwa telah mendapatkan somasi dari kuasa hukum David Peterpan.

"Ya somasi sudah kita terima pada 20 April lalu, dan kita sendiri sudah melakukan pertemuan musyawarah dengan kuasa hukum David pada Kamis minggu lalu," katanya.

Ia menambahkan, belum ada hasil atau kesepakatan yang dicapai dari pertemuan antara pihaknya dengan kuasa hukum David Peterpan.

Sementara itu, Ketua Komite Etik dan Hukum RS Hasan Sadikin Bandung Udin Sabarudin membenarkan bahwa David Peterpan pernah menjalani perawatan medis di RSHS.

"Pernah di rawat di sini. Datang ke RSHS pada tanggal 13 Juni 2011. Dan tanggal 14 Juni dirawat di ruang bedah dengan keluhan nyeri di bagian perut.

15 Juni dilakukan operasi pengangkatan batu pada kandung empedu. Kemudian tanggal 17 Juni 2011 pulang," kata Udin.

Keyboardist "Peterpan", David Kurnia Albert (30), melakukan somasi terhadap Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

David merasa telah menjadi korban malpraktik oleh salah satu dokter rumah sakit pemerintah tersebut usai menjalani operasi.


Editor : Sapto HP

COPYRIGHT © ANTARA 2026