"Kita melakukan upaya kesiap-siagaan dan mendata jumlah korban serta kerusakan terutama rumah akibat gempa bumi di Aceh," kata Menteri Sosial Salim Segaf Al Jufri di Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengumumkan bahwa berdasarkan pendataan terbaru diketahui terdapat lima orang tewas dan satu orang kritis serta enam lainnya luka ringan.
Salah satu korban meninggal adalah warga Kota Banda Aceh Yatim Kulam (70 tahun) akibat serangan jantung. Selain itu, satu orang pria berusia sekitar 39 tahun yang identitasnya belum dapat diketahui berlokasi di Kabupaten Lhokseumawe.
Selain itu, Fauziah (60 tahun) dan M Yusuf (70 tahun) warga Kabupaten Aceh Besar akibat terkejut saat terjadi gempa. Satu orang lainnya, warga Kabupaten Aceh Barat Hatijah Hamid (70 tahun) akibat serangan jantung saat terjadinya gempa.
Sementara itu, warga Aceh yang kritis adalah seorang anak dengan identitas belum diketahui akibat tertimpa pohon saat gempa di Kabupaten Aceh Singkil.
"Korban yang meninggal dunia semua akibat serangan jantung saat gempa terjadi. Tapi saat ini situasi di Aceh sudah normal kembali, meski begitu kita tetap siap-siaga," tambah Mensos.
Di Kabupaten Aceh Barat, satu unit jembatan terputus yang menghubungkan Kecamatan Jatmalaka dan Kecamatan Samatiga.
Berbagai bantuan juga sudah disiapkan Kementerian Sosial dari stok penyangga Dinas Sosial setempat antara lain makanan, sandang, peralatan makan dan beras sebanyak 200 ton dari provinsi serta 100 ton dari kabupaten/kota yang sewaktu-waktu dapat segera disalurkan.
Selain itu, penambahan bantuan darurat dari Kementerian Sosial berupa tenda gulung, matras, makanan siap saji, sandang, selimut dan berbagai peralatan dapur keluarga serta peralatan lainnya.
Di samping itu juga disiagakan sarana mobilisasi berupa mobil rescue, tangki air, truk, mobil dapur umum lapangan yang ada di provinsi maupun kabupaten/kota. ***3*** (T.D016)
ant
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026