Dimana tunas bunga hasil penyemaian tersebut, pertama kali terlihat pertengahan Juli 2011 dengan tinggi 10-20 cm. Sedangkan hingga saat ini, (Senin, 19/9), tingginya sudah mencapai 2,8 meter.
Diprediksi, bunga bangkai tersebut, akan mekar sempurna, akhir September 2011, dengan ketinggian diperkirakan mencapai 2,9 hingga 3 meter.
Pengawas Taman Tematik KRC, Herdi Supriadi, Senin, mengungkapkan, tumbuhnya bunga bangkai hasil perbanyakan dari biji di KRC, sangat menarik dan istimewa meskipun tidak sebesar induknya.
Pasalnya, bunga bangkai yang berbunga kali ini adalah hasil perbanyakan dari biji (generatif) yang berasal dari induk hasil kegiatan eksplorasi flora di Sungai Manau kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) Sumatera Barat tahun 2000.
"Material induknya memang dalam kondisi stadium pemasakan buah yang berbentuk kapsul yang memenuhi tongkolnya dengan warna merah muda, ketika diambil saat itu," katanya
Menurut dia, biji bunga bangkai pertama kali ditanam sekitar tanggal 8 Mei 2003, dan tunas perbungaan mulai muncul pertengahan Juli 2011.
Tumbuhnya bunga bangkai hasil penyemaian itu, tutur dia, sudah melalui tiga fase, yakni fase vegetatif (berupa pohon dan tumbuh daun), dorman (istirahat), dan generatif (berbunga).
Dia menambahkan, KRC sampai saat ini, sudah mempunyai beberapa spesimen koleksi bunga bangkai yang berasal dari perbanyakan biji.
Satu diantaranya sedang dalam proses berbunga. Induknya yang ditanam di Kebun Raya Cibodas, berasal dari umbi dan telah berbunga 3 kali dengan siklus berbunga selama 4 tahun sekali, terakhir berbunga 11 Mei 2011.
-fikri-
Editor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026