ANTARAJAWABARAT.com,9/9 - Pemkab Bandung Barat, Jawa Barat, berharap Pemerintah Pusat bisa membantu merealisasikan pembangunan jembatan layang (fly over) Cimareme.
Pembukaan akses jalan baru tersebut diyakini akan bisa mengatasi kemacetan yang menjadi rutinitas di Jalur Padalarang, kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bandung Barat (KBB), Asep Sodikin kepada wartawan, Jumat.
Dijelaskannya, progres rencana pembukaan akses jalan baru tersebut saat ini tengah memasuki pengkajian DED (detail engineering design) yang dilakukan oleh Pemerintah Pusat, setelah tahap itu selesai, pemda harus melakukan pembebasan lahan untuk selanjutnya pembangunan "fly over".
"Beberapa waktu lalu kita sudah menyelesaikan prastudi kelayakan. Diperkirakan lebar 'fly over' itu 40 meter. sementara daerah milik jalan (DMJ), Jalan Cimareme sekitar 18 meter. Itu artinya bakal terjadi pembebasan tanah pada kedua sisi bahu jalan," ujarnya.
Dijelaskannya, pembangunan "fly over" Cimareme sudah pernah disampaikan oleh Bupati Bandung Barat Abubakar kepada Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat mengikuti acara musyawarah rencana pembangunan nasional tahun lalu. Pembangunan "fly over" Cimareme akan lebih diprioritaskan ketimbang "fly over" pertigaan Pasar Tagog Padalarang.
"Selain itu, kita pun merencanakan untuk membangun akses jalan baru dari pintu tol Cikamuning (Kecamatan Ngamprah) ke Situ Ciburuy (Kecamatan Padalarang) dengan panjang jalan mencapai lima kilometer. Dengan dibukanya jalur Cikamuning-Situ Ciburuy kendaraan dari arah Cikalongwetan (Purwakarta) dan sekitarnya tidak perlu melewati Jalan Raya Padalarang. Begitu juga sebaliknya," kata Asep.
Dalam merealisasikan pembukaan akses jalan baru dari Cikamuning menuju ke Situ Ciburuy, pemda sendiri tidak perlu membangunan jalan dari nol. Pasalnya, untuk sebagian jalan sudah ada sehingga tinggal dihubungkan dengan akses jalan yang akan dilintasinya saja.
Rencana pembangunan jalan baru dari Cikamuning ke Situ Ciburuy sudah menjadi fokus program pemerintah. Bahkan rencana ini sudah diwacanakan sejak Kabupaten Bandung Barat masih menginduk ke Kabupaten Bandung. Pembangunan jalan baru dilakukan sebagai upaya pemerintah meringankan beban Jalan Raya Padalarang yang selama ini kerap dilanda kemacetan lalu lintas.***5***
Hedi A
