Palabuhanratu, 13/4 (ANTARA) - Badan SAR Daerah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, meminta Pemkab setempat segera memindahkan kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dari wilayah Kota Sukabumi ke Palabuhanratu.
"Kami meminta agar pemerintah bisa segera memindahkan kantor BPBD dari Kota Sukabumi ke Palabuhanratu," kata Ketua Basarda Kabupaten Sukabumi, Okih Fajri Assidiqie kepada ANTARA di Sukabumi, Rabu.
Okih menjelaskan, selama kantor BPBD berada di kota pihaknya menilai akan kesulitan dalam melakukan koordinasi, karena setiap terjadi bencana pihaknya selalu tidak dilibatkan dalam hal evakuasi.
Selain itu, BPBD juga tidak pernah berkoordinasi dengan pihaknya selama ini.
"Jika terjadi bencana alam seperti gempa, puting beliung atau lainnya yang membutuhkan bantuan evakuasi, selama ini kami tidak pernah diberi informasi," jelasnya.
Tidak seperti pihaknya selalu berkoordinasi dengan BPBD jika terjadi kecelakaan laut yang seharusnya dilakukan pula oleh pihak BPBD.
"Kami mempunyai anggota di tiap kecamatan dan desa, jika ada koordinasi dan diperintahkan kami siap turun ke lapangan untuk membantu korban bencana dalam hal evakuasi, selain itu akan mempermudah pihak BPBD dalam melakukan pertolongan dan kami pun tidak meminta imbalan," tegasnya.
Meski demikian Okih menuturkan, pihaknya akan tetap siaga dan membantu korban bencana tanpa diminta atau diperintah oleh siapapun karena tugas Tim SAR sebagai sukarelawan dalam memberikan bantuan.
Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Perry A Furqon, saat dihubungi ANTARA mengatakan, bahwa dalam waktu dekat ini kantor BPBD yang saat ini masih berada di Kota Sukabumi akan segera dipindahkan ke Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi tetapi bukan ke Palabuhanratu.
"Kantor yang baru itu kami nilai lebih strategis karena berada di tengah-tengah kabupaten," kata Perry.
Ia menambahkan, untuk pembangunan kantor baru tersebut dananya terbatas dan masih menunggu bantuan dari Pemerintah Provinsi Jabar dan Pusat.
Jika bantuan sudah cair maka pembangunan kantor baru tersebut akan segera dimulai.
"Kami ingin segera pindah ke kantor baru, karena kantor yang sekarang ini ditempati kurang layak karena tidak ada gudang muatan logistik untuk disalurkan kepada korban bencana," tandasnya.
Aditya
