Arus sungai yang selama ini tampak tenang dan kecil, dihiasi banyak bebatuan besar di dalamnya, sehingga aliran sungai tersebut tidak terkesan ganas dan sering menelan korban jiwa.
Bahkan, bagi sebagian masyarakat yang tinggal di sepanjang aliran sungai yang membelah Kota Cianjur itu, sering menjadikan sungai tersebut sebagai sarana untuk mandi, cuci dan kakus (MCK).
"Kalau 20 tahun yang lalu, sungai ini air bersih dan banyak ikannya. Sehingga hampir setiap hari warga memancing dan melakukan aktifitas rumah tanga seperti mecuci dan mandi," kata Nambrud (38) warga Pataruman, Rabu.
Namun saat ini karena air sungai yang keruh dan debitnya terus berkurang, membuat aliran sungai lebih banyak di pakai untuk arena bermain anak-anak dan remaja warga sekitar.
Meski aliran sungai itu tergolong tenang, ungkap warga lainnya, sering terjadi secara tiba-tiba air bah dari arah hulu yang dikenal warga dengan sebutan "caah dendeng."
Sehingga susukan tersebut, sering membawa korban jiwa, ketika air bah datang secara tiba-tiba menyeret warga yang tengah berada di dalam atau di bantarannya.
"Banjir bandang itu sulit diprediksi karena datangnya secara tiba-tiba. Biasanya kalau di bagian hulu hujan tapi di Cianjur kota, tidak. Sehingga banyak warga yang terlambat menyelamatkan diri," Sandy tokoh pemuda setempat.
Sementara dialiran sungai yang bermuara di Sungai Citarum berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat, tepatnya di Kampung Munjul, Desa Cilaku, Cianjur, masyarakat selalu memanfaatkan Sungai Cianjur untuk areal bermain.
Bahkan, ungkap warga, kalau sedang surut, anak-anak dan remaja sekitar, banyak bermain di batu-batu besar di dalam sungai.
"Kalau masyarakat disini sudah apal kapan terjadinya air bah dari arah hulu atau dari kota Cianjur. sehingga warga waspada dan menghimbau anak-anak untuk tidka bermain di aliran sungai," kata Ridwan warga Munjul.
Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang anak perempuan warga Gang Semboja, Kelurahan Sayang, Cianjur, dilaporkan hilang terbawa arus Sungai Cianjur. Dua orang diantaranya berhasil ditemukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa.
Sebelum terbawa arus, ketiganya tengah asik bermain sambil membuat poto dari kamera ponselnya masing-masing. Ketika itu, arus sungai sangat tenang dan surut, sehingga dasar sungai sempat terlihat dengan jelas.
Namun selang beberapa saat berada di dalam sungai, air bah setinggi tiga meter datang secara tiba-tiba, hingga menyeret ketiganya.***3***
(U.K-FKR/C/Y003/Y003) 29-09-2010 18:55:40
Editor :
COPYRIGHT © ANTARA 2026