Depok, 24/5 (ANTARA) - Organisasi advokasi dan pembangunan "World Vison" terus melakukan sosialisasikan standard operasi penanganan bencana gempa dan tsunami bagi masyarakat.

"World Vision Indonesia dengan pengalaman penanganan bencana selama ini secara terencana melakukan pelatihan-pelatihan bersama pemerintah setempat dan lembaga terkait lainnya, untuk meningkatkan kesiagaan masyarakat menghadapi gempa atau bencana," kata Manager World Vision, Ronny Ichwan, dalam keterangan tertulisnya melalui surat elektronik, di Depok, Senin.

Ia mengatakan sosialisasi melalui simulasi yang diprakarsai banyak pihak ini dimaksudkan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap keberadaan peralatan atau infrastruktur yang ada untuk penanganan bencana.

"Sistem peringatan dini, koordinasi dan komunikasi masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana harus sangat penting dalam menghadapi bencana," katanya.

Menurut dia, simulasi yang akan dilakukan dalam waktu dekat ini adalah mengikutsertakan sekitar 200 orang dari Desa Paya Peunaga, 350 orang mewakili pihak sekolah, 130 orang dari aparat kecamatan, 80 orang dari aparat kabupaten, serta dari masyarakat kecamatan Meureubo sendiri dan kader Posyandu-nya sekitar 282 orang.

Dikatakannya, World Vision berharap dari hasil kegiatan ini sosialisasi Standard Operasi Penanganan bencana gempa dan tsunami dapat membekali masyarakat, karena mendapatkan informasi yang jelas tentang apa yang sedang terjadi pada saat bencana dan apa yang harus dilakukan untuk meminimalkan terjadi korban akibat bencana tersebut.

Ia menjelaskan World Vision Indonesia telah melakukan program pendampingan masyarakat di Kabupaten Aceh Barat sejak masa tanggap darurat tsunami yang diteruskan ke fase rehabilitasi.

Sejak Oktober 2008, World Vision Indonesia melanjutkan pelayanannya melalui program pengembangan masyarakat yang bekerja di 15 desa di kecamatan Johan Pahlawan, Meurebo dan Arongan Lambalek.

Program Pengurangan Resiko Bencana merupakan bagian dari program pendampingan tersebut, selain kegiatan di sektor kesehatan, pendidikan dan pengembangan ekonomi. Saat ini di provinsi Aceh selain di Kabupaten Aceh Barat, World Vision Indonesia juga melakukan program pendampingan masyarakat di Kabupaten Aceh Jaya, Aceh Besar dan Kota Banda Aceh.

Feru L


Editor : Teguh Handoko

COPYRIGHT © ANTARA 2026