Bandung, 7/4 (ANTARA) - Panitia Khusus (Pansus) Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Gubernur Jawa Barat, diberi waktu tiga hari untuk membahas pemamparan hasil kerja tahunan dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemprov Jabar.

Ketua Pansus LKPJ Gubernur Jabar, Didin Supriyadi, Rabu, mengatakan, pembahasan dilakukan sejak Selasa (6/4) hingga Kamis (8/4).

"Pemaparan OPD dilakukan sejak sore kemarin, yang dilaksanakan di Hotel Khatulistiwa, Jatinangor, selama tiga hari hingga Kamis mendatang," kata Didin yang dihubungi melalui telepon selularnya.

Dalam pemaparan tersebut, kata Didin, seluruh OPD diberikan kesempatan untuk mempresentasikan hasil kerja tahun anggaran 2009 menindaklanjuti pemaparan LKPJ yang disampaikan Gubernur, Ahmad Heryawan beberapa waktu lalu.

Ia menjelaskan, setelah seluruh OPD memberikan pemaparan selanjutnya pansus bakal membahas hasil presentase secara mendetil.

Hal tersebut dilakukan karena keterbatasan waktu pembahasan yang hanya sekitar 30 hari, pansus hanya membahas poin-poin yang dianggap penting saja.

Menurutnya, poin-poin penting yang merupakan hasil pembahasan pansus nantinya akan dijadikan bahan koreksi dan rekomendasi yang disampaikan melalui sidang paripurna.

"Kalau ada persolan yang krusial dan dianggap penting, tidak tertutup kemungkinan bakal dibentuk pansus," kata Didin.

Dikatakannya, dalam menyikapi LKPJ ini pansus hanya berhak untuk memberikan pandangan terkait kinerja Pemerintah Provinsi Jabar tahun 2009 berupa rekomendasi perbaikan atau solusi permasalah yang menjadi kendala pemerintah saat ini.

Sebelumnya, Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengaku Indek Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2009 meningkat 0,38 poin atau sebesar 71,50 poin.

Demikian dipaparkan Gubernur Jabar dalam penyampaikan laporan keterangan pertanggujawaban (LKPJ) akhir tahun anggaran 2009 dalam sidang paripurna, beberapa waktu lalu
"Untuk IPM Jawa Barat pada tahun 2009 ini mencapai hingga 70.50 poin. Angka ini meningkat hingga 0,38 persen dari IPM tahun 2008 lalu yang hanya mencapai hingga 71,12 poin," katanya.

Menurut Heryawan, peningkatan IPM tersebut dihitung berdasar tiga indikator utama yang meliputi pendidikan, kesehatan dan daya beli.

Capaian indikator komposit pada ideks pendidikan di Jabar mencapai angka 80,58 poin atau meningkat 0,23 poin jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

Ajat S


Editor : Irawan

COPYRIGHT © ANTARA 2026