Kadisdik Garut Komar M MPd kepada pers di Garut, Rabu menyatakan, meski banyak diantara peserta UN yang berdomisili serta sekolah di pelosok daerah terpencil, namun selama ini dididik oleh tenaga guru berkualifikasi juga memiliki kompetensi pendagogik.
Bahkan selama proses proses bimbingan belajar serta beberapa kali melaksanakan "try out", senantiasa berorientasi pada SKL, atau tidak hanya menyelesaikan pembahasan kumpulan soal UN tahun-tahun sebelumnya.
Sehingga 16.965 peserta UN siswa SMA, SMK dan Madrasah Aliyah (MA) itu, juga dipastikan seluruhnya bisa mengerjakan soal ujian pada setiap mata pelajaran yang diujikan, selama empat hari, yakni 22-25 Maret 2010.
Terdiri soal bahasa Indonesia, matematika, fisika, biologi, kimia dan bahasa Inggris, yang selama ini pula kerap dilaksanakan kegiatan bimbingan belajar dan "try out" pada masing-masing mata pelajaran tersebut, katanya.
Dari 16.965 peserta UN tersebut terdiri 8.150 peserta UN SMA menempati 49 sekolah penyelenggara, disusul 3.310 peserta UN Madrasah Aliyah dilaksanakan pada 54 sekolah serta 5.505 peserta dari SMK menempati 36 sekolah, yang setiapo ruangannya diawasi 20 petugas.
Pada setiap sekolah penyelenggara, selain mendapat penjagaan aparat kepolisian juga siswa lainnya yang belum mengikuti UN diliburkan, agar para peserta UN bisa berkonsentrasi penuh mengisi jawaban soal karena tidak terganggu proses kegiatan belajar mengajar.
Sedangkan tim pemantau independen (TPI) yang ditunjuk Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Bandung, di Kabupaten Garut dikoordinir STKIP dengan melibatkan 14 perguruan tinggi setempat.
Mereka diperbolehkan memasuki ruangan, jika terdapat indikasi yang mencurigakan diantaranya jika terdapat peserta yang menyontek atau secara tersembunyi membawa alat komunikasi telefon genggam.
Dana operasional pelaksaannya masing-masing bersumber dari Pemda Provinsi Jawa Barat Rp500 juta, serta dari Kabupaten Garut sekitar Rp100 juta, namun yang bersumber dari kabupaten hingga kini masih jelas kapan bisa dicairkan, sebagaimana diungkapkan Kabid Dikmen setempat, Eutik Karyana.
John DH
Editor : Irawan
COPYRIGHT © ANTARA 2026