Garut, 17/2 (ANTARA) - Terdapat ratusan meter badan jalan pada beberapa loksi tanah longsor di kecamatan Talegong kabupaten Garut, berkondisi sangat licin meski lintasan yang menghubungkan Talegong - Pangalengan Bandung mulai pulih, Rabu.
Karena sisa longsoran berupa tanah dan lumpur masih menebal pada setiap lokasi lintasan ruas jalan provinsi tersebut, sehingga setiap pengguna speda motor dan jenis kendaraan diserukan untuk berhati-hati jika melewatinya, tegas camat setempat Rena Sudrajat dan Kabag Infomatika Setda Garut, Dik Dik Hendrajaya.
Kondisi tersebut juga diperparah masih kerap turun hujan, disertai adanya longsor susulan kendati intensitasnya relatif kecil, katanya.
Sedangkan dua unit alat berat yang didatangkan dari Dinas Pekerjaan Umum provinsi Jawa Barat, serta warga dan aparat setempat hingga berita ini disusun masih berada di lapangan untuk membersihkan sisa bekas longsoran tanah disertai batu dan lumpur.
Mereka juga sekaligus melakukan berbagai upaya pencarian, terhadap mayat Tatang yang dipastikan sebelumnya tewas tertimbun dan tergerus bencana tanah longsor tersebut.
Sehari sebelumnya Wahyu, warga kampung Cipasang RT.06/04 desa Sukamulya Talegong ditemukan tewas mengenaskan terjepit pohon puspa, yang tumbang tergerus longsor di kampung Datar Balendung desa dan kecamatan sama.
Pedagang itu, saat ditemukan sekitar 20 meter dari ruas jalan yang juga tertimbun longsor sejak Senin sore (15/2), kata camat Rena Sudarajat dan Dik Dik Hendrajaya.
Adanya korban tewas atas nama Wahyu, maka bencana alam tanah longsor disertai banjir lumpur, akibat hujan deras secara terus menerus di kabupaten Garut, Jawa Barat, sejak Januari hingga pertengahan Februari ini sekurangnya telah menewaskan sembilan warga setempat.
Dari sembilan korban jiwa tersebut, tiga diantaranya sampai sekarang masih dalam proses pencarian, kata Dik Dik Hendrajaya.
(U.PK-HT/B/M019/M019) 17-02-2010 17:46:30
