Soreang, 31/1 (ANTARA) - Selama tiga hari sejak Kamis (28/1) malam, hingga Minggu malam kelurahan Baleendah dan Kelurahan Andir, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, terendam banjir.
Pantauan ANTARA dilokasi sebanyak 2.46 jiwa dari 59 kepala keluarga (KK) penduduk Kampung Cieunteung, Kelurahan Baleendah, terpaksa ke pengungsian, yang letaknya tidak jauh dari lokasi banjir, dan ada pula yang kembali ke rumah sanak keluarganya.
Padahal, ratusan warga kampung tersebut, belum genap sebulan baru kembali ke rumah masing-masing dari pengungsian, yang kebanyakan ditampung di Gedeng Sekretariat Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Perjuangan, Kabupaten Bandung, Baleendah.
Berdasarkan pantauan, selain merendam rumah warga dengan ketinggian lebih dari dua meter, banjir juga masih merendam jalan-jalan di perkampungan itu, dengan ketinggian air terendah sekitar 1 meter.
Perahu karet dan perahu kayu pun masih menjadi satu-satunya alat transportasi yang bisa digunakan di salah satu kampung langganan banjir, yang terletak di bantaran Sungai Citarum ini.
Banjir akibat luapan Sunagi Citarum tersebut, tidak hanya merendam sejumlah rumah dan sarana umum lain di Kelurahan Baleendah, melainkan sudah meluas hingga ke Kelurahan Andir, dengan jumlah rumah terendam di dua kelurahan tersebut, mencapai 3.880 unit.
Menurut penduduk RT 04 RW 20, Tardi (55), air yang menggenang selama tiga hari tersebut, kini mulai menimbulkan penyakit gatal-gatal bagi sebagian warga kampung itu.
Serangan gejala penyakit kulit tertsebut juga dialami sebagian pengungsi, karena mereka ada yang harus pulang pergi ke rumah yang terendam banjir di kampungnya itu, untuk bermacam keperluan.
"Saya sudah berada di pengungsian sejak tiga yang hari lalu. Tapi selalu kembali setiap hari. Ya, sekadar mengontrol kondisi rumah," kata Tardi, di pengungsian, yang letaknya tidak begitu jauh dari lokasi banjir itu.
Kurang tersedianya sarana untuk keperluan mandi, cuci, dan kakus (MCK), masih menurut Tardi, juga menjadi penyebab warga mulai terserang gatal-gatal.
"Tiga sarana MCK di sini (salah satu tempat pengungsian, red) tak cukup bisa memenuhi kebutuhan ratusan orang pengungsi," ujar Tardi.
Akibat hujan deras yang turun Kamis (28/1), yang juga menimbulkan banjir di empat desa Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, dengan ketinggian air 50 senti meter hingga 1 meter.
(U.PK-ASJ/B/A033/A033) 31-01-2010 22:43:36
