Kepolisian Resor (Polresta) Cirebon mendalami kasus dugaan pelecehan seksual terhadap murid sekolah dasar (SD) di Kecamatan Weru, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat, yang kini menjadi perhatian masyarakat setempat.

Kepala Satreskrim Polresta Cirebon Kompol I Putu Ika Prabawa mengatakan pihaknya telah menerima informasi terkait peristiwa tersebut, dengan adanya lebih dari tiga anak yang disebut menjadi korban.

“Belum ada orang tua yang melapor. Informasi yang kami terima lebih dari tiga orang anak,” kata Putu di Cirebon, Selasa.

Ia menuturkan meski laporan resmi belum diterima, kepolisian tetap mengambil langkah awal dengan menghimpun keterangan dari sejumlah pihak terkait.

“Kalau ada pihak keluarga yang mau membuat laporan, kami persilakan. Untuk kronologinya sudah kami dapatkan, termasuk nama-nama anak yang disebut sebagai korban,” ujarnya.

Putu menyampaikan polisi masih terus melakukan penelusuran, untuk memastikan kebenaran informasi yang berkembang di masyarakat.

Menurut dia, penyidik juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pihak keluarga yang ingin menyampaikan laporan agar penanganan kasus dapat dilakukan lebih lanjut.


“Korban sudah diarahkan untuk melapor. Namun sampai sekarang laporan resmi belum ada,” katanya.

Ia menyampaikan informasi awal yang diterima kepolisian, sudah cukup untuk dijadikan dasar langkah penelusuran lebih jauh terkait dugaan kasus tersebut.

Putu menegaskan Polresta Cirebon akan menangani dugaan kasus ini sesuai ketentuan hukum, serta tetap mengedepankan prinsip perlindungan anak dalam proses penyelidikan.

“Untuk kronologi kejadian sudah kami dapatkan sejak pagi tadi. Nama-nama anak yang disebut sebagai korban juga sudah mulai kami ketahui,” ucap dia.

 

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025