Pemerintah Kabupaten Cirebon, Jawa Barat mengupayakan seluruh nelayan di wilayahnya yang berjumlah sekitar 17 ribu jiwa bisa ikut program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (Jamsostek) untuk memberikan perlindungan kerja.

Wakil Bupati Cirebon Agus Kurniawan Budiman di Cirebon, Jumat, mengatakan hingga saat ini baru 2.358 nelayan yang sudah tercatat sebagai peserta Jamsostek dan jumlah itu masih jauh dari total nelayan di daerahnya yang mencapai 17.900 orang.

“Ke depan kami bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) akan memperbarui data agar seluruh nelayan bisa menjadi peserta program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.

Menurut dia, perlindungan jaminan sosial sangat penting bagi nelayan karena pekerjaan di laut memiliki risiko tinggi.

Ia menegaskan pemerintah daerah berkewajiban melindungi nelayan. Oleh Karena itu, koordinasi dengan desa dan BPJS Ketenagakerjaan terus diperkuat untuk memperbarui data kepesertaan.

Agus memastikan iuran kepesertaan program ini ditanggung oleh pemerintah daerah melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).


“Nelayan bisa melaut tanpa khawatir karena sudah ada jaminan. Kami akan berupaya maksimal agar seluruh nelayan mendapat perlindungan,” ujarnya.

Lebih lanjut, dia menuturkan hingga pertengahan tahun anggaran 2025, dari total 17 ribuan nelayan baru sekitar 3.500 orang yang diverifikasi.

Ia menyampaikan proses verifikasi ini menjadi langkah penting untuk menghindari tumpang tindih antara kepesertaan jaminan kesehatan dan jaminan ketenagakerjaan.

Pihaknya menargetkan seluruh nelayan yang ada di Kabupaten Cirebon bisa menjadi peserta Jamsostek, sehingga tidak ada lagi nelayan yang melaut tanpa perlindungan sosial.

“Perlindungan ini memungkinkan nelayan lebih fokus melaut. Program ini juga memberi ketenangan bagi keluarga mereka,” ucap dia.

Pewarta: Fathnur Rohman

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2025