Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, merelokasi dua sekolah dasar di Kecamatan Cugenang tahun depan karena terletak di zona merah patahan Cugenang yang rawan ambruk ketika kembali dibangun.

Kepala Disdikpora Cianjur, Ruhli di Cianjur, Senin, mengatakan sebelumnya kedua sekolah akan dibangun kembali oleh pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR RI, namun niat tersebut diurungkan karena lokasi yang kerap dilanda gempa sejak beberapa pekan terakhir.

Baca juga: Jalan beton sepanjang 18 km di Cianjur tuntas dibangun akhir tahun

"Sekolah SDN Cugenang dan SDN Girijaya berada di zona merah dan kerap merasakan gempa susulan yang cukup kencang, sehingga diharuskan untuk relokasi," katanya.

Kedua sekolah terdampak gempa bumi yang hingga saat ini belum dibangun itu, akan direlokasi tahun depan setelah pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan kembali dua SD di Kecamatan Cugenang yang mengalami rusak berat akibat gempa 5.6 magnitudo tahun 2022.

Sedangkan proses belajar mengajar ratusan siswa di SDN Cugenang dialihkan sementara ke gedung PGRI Cugenang dan siswa di SDN Girijaya menumpang di sekolah yang sudah tuntas dibangun pihak Kementerian PUPR, sehingga tidak ada lagi siswa yang belajar di dalam tenda.

"Pemkab Cianjur sudah mengalokasikan dana untuk pembangunan dua sekolah SD tersebut, termasuk untuk ratusan sekolah yang rusak akibat gempa dan rusak akibat dimakan usia serta bencana alam lainnya," kata Ruhli.
Pihaknya mencatat gempa yang terjadi 21 November 2022 menyebabkan 623 bangunan sekolah mulai dari PAUD, SD, dan SMP rusak, sebagian pembangunannya ditanggung pemerintah pusat sedangkan sisanya Pemkab Cianjur sudah menyiapkan anggaran sebesar Rp 30 miliar.

Anggaran tersebut, ungkap dia, akan digunakan untuk memperbaiki ratusan bangunan sekolah yang rusak akibat gempa namun tidak masuk prioritas pemerintah pusat, termasuk sekolah yang rusak di wilayah utara dan selatan yang rusak akibat bencana alam dan lapuk dimakan usia.

"Kami berharap secara bertahap seluruh bangunan sekolah yang rusak di Cianjur, mendapat perbaikan baik yang di kecamatan terdampak gempa atau di luarnya. Saat ini masih ribuan jumlah sekolah yang rusak akibat lapuk dimakan usia dan terdampak bencana alam," katanya.

Baca juga: Cianjur gelar Festival Sarongge akhir 2023 tarik wisatawan

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2023