Bupati  Cianjur, Jawa Barat, mengimbau warganya agar tidak merayakan Natal dan tahun baru secara berlebihan meskipun Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3 dibatalkan Pusat, termasuk menghindari kerumunan saat merayakan pergantian tahun karena COVID-19 masih ada.

Bupati Cianjur, Herman Suherman pada Selasa  mengatakan, walau PPKM level 3 pada Natal dan tahun baru dicabut oleh pemerintah pusat, pihaknya tetap mengimbau warga untuk waspada dan menerapkan protokol kesehatan ketat saat berada di luar rumah.

"Tetap menggunakan alat pelindung diri masker saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat berada di pusat keramaian. Kami juga mengimbau warga untuk tidak membuat atau mengundang keramaian saat Natal atau tahun baru," katanya.

Baca juga: Pengguna jalan di Cianjur diimbau hindari parkir di bawah pohon

Upaya tersebut dilakukan sebagai pencegahan kembali meningkatnya kasus penularan COVID-19 di Cianjur, terlebih saat perayaan Natal dan Tahun Baru 2022, dimana warga banyak beraktivitas di luar rumah dan menimbulkan keramaian serta mobilitas yang tinggi.

Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah daerah untuk menekan angka penularan yang sejak satu bulan terakhir sudah nol kasus. Bahkan sejumlah rumah sakit yang menjadi pusat isolasi sudah kosong dari pasien, termasuk villa khusus yang disediakan  untuk pasien COVID-19 di sejumlah titik.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Koordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal, mengatakan untuk mengantisipasi terjadinya penularan, pihaknya sejak tiga bulan terakhir telah menggencarkan vaksinasi massal sampai mendatangi rumah ke rumah.

Baca juga: DPR dorong pembangunan Jalan Puncak II dan Jabar Selatan

Namun pihaknya tetap mengimbau warga yang sudah mendapatkan vaksinasi, tetap menghindari keramaian saat libur akhir tahun, karena tetap berisiko terjadinya penularan. Tetap menggunakan APD saat berada di luar rumah termasuk saat beraktivitas.

"Kita siagakan satgas di masing-masing kecamatan terutama di wilayah yang menjadi pusat keramaian saat natal dan tahun baru. Kita tetap mendirikan posko untuk melakukan pemeriksaan terhadap warga dari luar yang harus melengkapi diri dengan barcode di Pedulilindungi," katanya.       
 

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Zaenal A.


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021