Unsur Forum Kordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Cianjur, Jawa Barat, mendapatkan vaksin COVID-19 kedua yang diawali dengan Bupati Cianjur, Herman Suherman dan dilanjutkan dengan tokoh masyarakat Cianjur, Atep Ahmad Rizal serta unsur pimpinan lainnya.

Bupati Cianjur, Herman Suherman di Cianjur Kamis, usai mendapatkan vaksin kedua, mengatakan tidak ada rasa tegang setelah mendapatkan vaksin untuk kedua kalinya.

Dia merasa tidak ada efek samping dari vaksin yang sudah mendapat jaminan dari BPOM dan lebel halal dari MUI.

"Setelah ini, pemberian vaksin terhadap seluruh pelayan publik di Cianjur, di mana mereka yang berhadapan langsung dengan masyarakat luas, akan mendapatkan vaksin yang sama sebagai upaya memutus rantai dan memberikan pengaman terhadap tubuh agar tidak terpapar COVID-19," katanya.

Pihaknya berharap pemberian vaksin kedua ini, selanjutnya dapat diikuti seluruh warga Cianjur karena sudah terjamin dan terbukti tidak ada efek samping atau hal lain setelah mendapat vaksin. Bahkan secara pribadi yang dirasakannya, tubuh lebih bugar dan tidak lagi was-was akan tertular.

"Namun saya mengimbau meski sudah mendapatkan vaksin, Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) tetap diterapkan dan protokol kesehatan tetap ditingkatkan, ditambah program hidup sehat juga lebih ditingkatkan agar kita terhindar dari berbagai penyakit berbahaya," katanya.

Hal yang sama terucap dari Atep Ahmad Rizal selaku tokoh masyarakat dan infuencer vaksin Cianjur, mengatakan tidak lagi merasa tegang layaknya pemberian vaksin perdana beberapa waktu lalu, bahkan setelah mendapatkan vaksin perdana, dia dapat langsung melakukan berbagai aktivitas termasuk bermain bola.

"Kalau yang pertama masih tegang dan ada sedikit ragu, namun yang kedua ini, sangat siap dan tidak ada tegangnya. Setelah mendapat vaksin pertama, saya tidak merasakan ada efek samping, usai divaksin, saya masih dapat langsung beraktivitas termasuk olahraga dan main sepakbola," kata pemain legendaris Persib Bandung itu.

Setelah pemberian vaksin kedua untuk Forkopimda dan influencer vaksin Cianjur serta seluruh tenaga kesehatan, akan dilanjutkan pemberian vaksin pertama terhadap seluruh pelayan publik di lingkungan pemerintah, TNI/Polri dan tahap akhir untuk seluruh masyarakat umum yang dijadwalkan tuntas hingga April.

Baca juga: Baru 45 persen tenaga kesehatan Cianjur divaksinasi

Baca juga: Bupati Cianjur yang pertama divaksin COVID-19

Baca juga: Dinkes Cianjur gelar simulasi vaksinasi untuk tenaga kesehatan

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021