Satgas COVID-19 Cianjur, Jawa Barat, menyatakan masih tingginya penularan COVID-19 membuat Cianjur kembali masuk ke zona oranye atau wilayah rawan penularan virus corona baru.

Status tersebut naik dari zona kuning karena satu bulan terakhir angka kasus positif corna meningkat hingga mencapai 2.484 kasus.

Juru Bicara Pusat Informasi dan Kordinasi COVID-19 Cianjur, dr Yusman Faisal saat dihubungi Selasa, mengatakan zona rawan penularan atau oranye, kembali ditetapkan karena berbagai hal termasuk tingginya penularan dan bertambahnya korban meninggal karena virus corona.

"Hingga saat ini, pasien positif meninggal dunia di Cianjur mencapai 31 orang yang terbaru kepala ruang isolasi RSUD Cianjur, sedangkan tingkat penularan yang terjadi mencapai 2.484 orang dengan jumlah kesembuhan 1.765 atau masih di bawah 50 persen," katanya.

Sehingga berbagai upaya untuk menekan angka penularan terus digencarkan diberbagai wilayah mulai dari operasi yustisi dan pemeriksaan surat keterangan bebas OVID-19 antigen di perbatasan dan tempat wisata, hingga razia protokol kesehatan di pusat keramaian.

Pihaknya berharap seiring dengan pemberian vaksin tahap IV untuk masyarakat umum, angka penularan virus berbahaya dapat ditekan dan hilang dari Cianjur, sehingga warga dapat kembali beraktivitas dengan normal namun tetap menerapkan Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB).

"Berbagai cara digencarkan untuk memutus rantai penyebaran COVID-19, termasuk melakukan disinfektasi ke berbagai tempat mulai dari perkantoran hingga perumahan warga. Kami juga mengimbau agar warga ikut mensukseskan vaksinasi masal yang akan digelar setelah tiga tahapan selesai," katanya.

Sementara Dinas Kesehatan Cianjur bersama PMI Cianjur, mengencarkan penyemprotan disinfektan di berbagai kawasan di Cianjur, sebagai upaya sterilisasi lingkungan dari virus berbahaya agar tidak berkembang dan menular terhadap warga sekitar.

Berbagai upaya dilakukan PMI Cianjur untuk membantu pemerintah daerah dalam memerangi virus berbahaya, dengan harapan seluruh wilayah di Cianjur bersih dari Corona. Tidak hanya penyemprotan disinfektan, pengurus dan relawan PMI tingkat kecamatan, dilibatkan untuk memberikan edukasi dan sosialisasi pentingnya mendapatkan vaksin.

"Setiap hari penyemprotan disinfektan dilakukan mulai dari yang terjadwal, hingga memenuhi permintaan dari berbagai kalangan. Kami akan terus membantu pemerintah daerah hingga pandemi usai dan tetap bergerak untuk kemanusiaan dan aksi sosial lainnya," kata Ketua PMI Cianjur, Ruddy Syachdiar Hidayat.

Baca juga: Cianjur masih zona kuning meski sepekan tidak ada kasus positif COVID-19

Baca juga: ODP COVID-19 di Cianjur meningkat didominasi pemudik dari zona merah

Baca juga: Warga masuk ke Cianjur dari zona merah/kuning masuk ODP COVID-19

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2021