Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Didikbud) Cianjur, Jawa Barat, mengizinkan kegiatan tatap muka pada hari pertama tahun ajaran baru, namun pihak sekolah diharuskan menerapkan protokol kesehatan untuk memutus rantai penyebaran virus corona.

Kepala Disdikbud Cianjur Oting Zaenal Muttaqin saat dihubungi Senin, mengatakan sebelum memberikan izin pembelajaran secara tatap muka pada tahun ajaran baru, pihaknya sudah mengimbau pihak sekolah untuk melakukan berbagai persiapan termasuk melakukan penyemprotan di lingkungan sekolah dengan disinfektan.

"Sudah pasti termasuk protokol kesehatan dan pembatasan siswa di masing-masing kelas guna menghindari hal yang tidak diinginkan. Mungkin sifatnya hanya perkenalan untuk siswa baru selanjutnya akan diberlakukan pembelajaran secara online atau daring," katanya.

Ia menjelaskan, dengan diizinkanya tatap muka di sekolah untuk mempermudah pihak sekolah menjalankan kurikulum di masa pandemi. Sehingga pihaknya baru mengizinkan untuk satu sampai dua hari agar siswa baru dapat mengenal gurunya atau sebaliknya.

Sebagian besar tatap muka dilakukan siswa baru di masing-masing sekolah yang ada di Cianjur, mereka hanya melakukan perkenalan dengan guru atau sebaliknya guru memperkenalkan diri dan tidak ada kegiatan di dalam kelas, namun sebagian besar siswa diwajibkan menggunakan masker.

Seperti yang terlihat di SMA I Cianjur, seratusan siswa baru melakukan tatap muka dengan tenaga pengajar di sekolah tersebut, sebagian besar menggunakan masker dan membawa cairan pencuci tangan, bahkan setelah selesai pengenalan mereka dilarang bergerombol dan langsung pulang setelah menerima tugas.

Lakeisa Putri Ilyasa siswa baru SMA I Cianjur, mengatakan sebelumnya pihak sekolah memberitahukan tatap muka hari pertama tahun ajaran baru mereka dapat datang ke sekolah untuk memperkenalkan diri dan menerima tugas sebagai siswa baru, namun mereka diwajibkan mengenakan masker dan membawa cairan pencuci tangan masing-masing.

"Setelah sesi perkenalan dengan guru dan murid, kami diberikan tugas yang pelaksanaannya dilakukan secara online. Tidak lama setelah menerima tugas di salah satu aula, kami diminta langsung pulang dan tidak berkerumun," katanya.

Sementara Kepala SMPN 1 Sindangbarang Tedi Bahtiar, mengatakan kegiatan hari pertama tahun ajaran 2020-2021 hanya pengenalan lingkungan sekolah pada siswa baru dan tidak ada kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan. Mereka mendapatkan tutorial tentang proses pembelajaran secara daring.

"Siswa baru dikenalkan dengan lingkungan sekolah termasuk perkenalan dengan guru. Selanjutnya pihak sekolah meminta nomor whatupp mereka untuk proses belajar secara online," katanya.

Baca juga: Jadwal KBM tatap muka di Kota Sukabumi diundur, ini alasannya

Baca juga: Pemkot Bogor belum izinkan sekolah gelar KBM tatap muka

Baca juga: 40 SMA di Kota Sukabumi siap laksanakan KBM tatap muka

Pewarta: Ahmad Fikri

Editor : Yuniardi Ferdinan


COPYRIGHT © ANTARA News Jawa Barat 2020