Kuningan (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kuningan, Jawa Barat memfokuskan tiga program prioritas pada 2026 guna mempercepat transformasi pendidikan melalui penguatan tata kelola, kepemimpinan sekolah, serta pengembangan satuan pendidikan unggulan.
Kepala Disdikbud Kabupaten Kuningan Carlan di Kuningan, Sabtu, mengatakan program tersebut disiapkan untuk meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus mendukung pengelolaan yang lebih efektif dan berbasis data.
Menurut dia, transformasi pendidikan menjadi salah satu agenda penting pemerintah daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan sumber daya manusia di masa depan.
“Kami mempercepat pembenahan sektor pendidikan melalui tata kelola yang lebih modern, transparan, dan berbasis data,” katanya.
Program pertama yang dijalankan, yakni digitalisasi pengelolaan aset pendidikan melalui aplikasi ATISISBADA untuk meningkatkan akurasi data sarana dan prasarana sekolah.
Hingga saat ini, proses verifikasi dan validasi aset telah dilakukan pada 638 sekolah dasar serta 78 sekolah menengah pertama di Kabupaten Kuningan.
Carlan mengemukakan langkah tersebut diperlukan agar data aset pendidikan dapat tersusun lebih baik, serta menjadi dasar dalam penyusunan kebijakan maupun perencanaan kebutuhan sekolah.
“Seluruh data aset satuan pendidikan tertata lebih rapi, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan sehingga mendukung perencanaan yang lebih tepat,” ujarnya.
Program kedua, difokuskan pada percepatan pengangkatan kepala sekolah definitif untuk memperkuat kepemimpinan di setiap satuan pendidikan.
Ia menyebutkan hingga saat ini pemerintah daerah telah melantik 387 kepala sekolah pada berbagai jenjang pendidikan, sedangkan pelantikan tahap berikutnya dijadwalkan berlangsung pada 15 Juni 2026.
“Keberadaan kepala sekolah definitif sangat penting karena kepemimpinan menjadi salah satu faktor utama dalam peningkatan mutu pendidikan,” katanya.
Disdikbud Kuningan mengembangkan pula sekolah unggulan yang diarahkan tidak hanya pada peningkatan prestasi akademik, tetapi juga pembentukan karakter, budaya mutu, inovasi pembelajaran, dan kepedulian lingkungan.
Pihaknya telah menetapkan enam sekolah rintisan unggulan, yang diproyeksikan menjadi model pengembangan pendidikan di Kabupaten Kuningan.
Ia menambahkan salah satu sekolah rintisan unggulan telah menunjukkan capaian positif, melalui berbagai inovasi pendidikan yang berdampak pada peningkatan kualitas pembelajaran dan prestasi sekolah.
“Kami optimistis ketiga program tersebut dapat memperkuat kualitas pendidikan daerah serta mendukung lahirnya generasi yang unggul, berkarakter, dan mampu bersaing di masa mendatang,” ucap dia.
Pewarta: Fathnur RohmanEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.