"Kita jamin tidak akan ada kebocoran soal pada penyelenggaraan tahun ini," ujar Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Ahmad Hadadi di Bandung, Senin.
Hadadi mengatakan, kebocoran soal UN dapat dikatakan kecil, mengingat distribusi soal dilakukan pada dari H penyelenggaraan. Distribusi soal dari Kemendikbud dilakukan melalui server dan di unduh oleh pihak sekolah beberapa saat sebelum UNBK di mulai.
"Karena didistribusikan oleh pusat sesaat sebelum ujian, jadi celah kebocorannya juga kecil," katanya.
Saat ini, kata dia, Disdik Jabar belum menemukan adanya laporan kebocoran soal. Apabila nanti ada laporan, pihaknya akan langsung bergerak mencari penyebabnya.
"Sejauh ini aman, tidak ada laporan kendala teknis apapun juga," kata dia.
Menurut dia, pelaksanaan UNBK tingkat SMK diikuti sekitar 314.547 siswa dari 2.680 sekolah yang ada di Jawa Barat.
Pelaksanaan UNBK antara SMK dan SMA memiliki waktu yang berbeda. Untuk tingkat SMA/MA akan dilaksanakan pada 9 hingga 12 April yang diikuti 208.417 siswa dari 2.648 sekolah. Paket C pada 27-29 April dengan diikuti 43.081 dari 1.129 sekolah.
Sebanyak 260.956 unit komputer tersedia untuk pelaksanaan UNBK di ribuan SMK/SMA di Jabar, 8.816 unit server untuk pelaksaan ujian juga disiapkan.
Tak hanya itu, Disdik Jabar bekerja sama dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN) agar pelaksanaan UNBK tidak terganggu jaringan listrik.
"Setiap sekolah juga sebelumnya sudah melakukan gladiresik, jadi soal teknis sudah dipersiapkan. Kami juga sudah koordinasi dengan PLN berkaitan listrik," katanya.
Pewarta: Asep FirmansyahEditor : Sapto HP
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.