Bandung (ANTARA) - Radar Ground Control Intercept (GCI) buatan PT Len Industri Bandung, yang merupakan unit kedua dari 13 radar yang disiapkan pemerintah, resmi dioperasikan untuk memperkuat pengawasan udara Indonesia, Senin.
Hal ini dipastikan lewat diserahkannya Radar GCI tersebut dalam penyerahan alat utama sistem persenjataan (alutsista) strategis nasional oleh Kementerian Pertahanan pada TNI di Apron Pandawa Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, dengan disaksikan langsung Presiden Prabowo Subianto.
Prabowo dalam keterangan resmi yang diterima di Bandung, menegaskan bahwa penambahan alutsista ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemampuan pertahanan nasional sebagai daya tangkal negara (deterrent).
"Kita ingin memastikan keamanan wilayah udara, laut, dan daratan Indonesia tetap terjaga dengan baik. Pertahanan yang kuat adalah syarat utama menjaga stabilitas dan kedaulatan bangsa," ujar Prabowo.
Radar GCI yang diproyeksikan untuk memperkuat sistem pengawasan udara nasional dalam mendeteksi dini dan mengendalikan intersepsi secara terintegrasi ini, diserahkan langsung oleh Direktur Utama PT Len Industri Joga Dharma Setiawan yang didampingi Direktur Bisnis & Kerja Sama Irwan Ibrahim.
Joga dalam agenda modernisasi pertahanan ini, menyatakan penyerahan Radar GCI menjadi wujud nyata komitmen Len dalam mendukung sistem pertahanan udara nasional yang modern dan terintegrasi.
"Radar GCI ini tidak hanya memperkuat kemampuan pengawasan ruang udara nasional, tetapi juga menunjukkan kemampuan industri dalam negeri dalam menguasai teknologi strategis pertahanan. Kami berkomitmen terus mendukung interoperabilitas sistem pertahanan nasional melalui pengembangan teknologi yang andal dan berkelanjutan," kata Joga.
Selain penguatan sistem radar, pengadaan pesawat tempur Rafale turut memberikan peningkatan kemampuan bagi Len dalam bidang interoperabilitas komunikasi dan data link melalui program training offset Rafale.
Sebelumnya, kemampuan Link ID yang dimiliki Len difokuskan untuk komunikasi antar kapal perang dan pesawat surveillance.
Ke depan, kemampuan tersebut akan dikembangkan hingga mampu mendukung komunikasi data link antar pesawat tempur, sehingga memperkuat integrasi sistem pertahanan udara nasional secara menyeluruh.
Selain Radar GCI dan Rafale, agenda penyerahan alutsista strategis nasional pada Senin ini juga mencakup sejumlah platform pertahanan modern lainnya seperti A400M MRTT, Falcon 8X, Meteor dan Hammer guna memperkuat kesiapan operasional TNI menghadapi dinamika ancaman global di masa depan.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Radar GCI Len kedua resmi mulai perkuat pengawasan udara Indonesia
Pewarta: RPGEditor : Ricky Prayoga
COPYRIGHT © ANTARA 2026