Cianjur (ANTARA) - Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mencatat volume sampah yang masuk ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Mekarsari mengalami penurunan hingga 20 persen selama tiga tahun terakhir.

Kepala DLH Cianjur Komarudin di Cianjur, Rabu, mengatakan penurunan volume sampah selama tiga tahun terakhir karena pengolahan mulai dari hulu yang sudah berjalan, seperti Program Dipilah Dipilih Kelola Sampah Dari Rumah (Dipilampah).

Selain itu, lanjutnya, sudah berjalannya delapan dari 14 Tempat Pengolahan Sampah Reduce Reuse Recycle (TPS3R) dimana sistem pengelolaan sampah skala kawasan atau komunal yang berfokus pada pengumpulan, pemilahan, dan pendauran ulang sampah, sehingga volume sampah yang masuk ke TPAS terus menurun.

"Delapan TPS3R di Cianjur rata-rata dapat mengolah sampah 5 sampai 7 ton per hari, sehingga jumlah sampah yang masuk ke TPAS Mekarsari setiap harinya 60 persen sampah organik dan 40 persen anorganik," katanya.

Terdata setiap harinya rata-rata petugas membawa 400 ton sampah dari sejumlah Tempat Pembuangan Sementara (TPS) yang tersebar mulai dari Cianjur, Pacet, Ciranjang, dan sejumlah pasar tradisional di Cianjur ke TPAS Mekarasari, namun setelah menjalani pengolahannya jumlahnya mengalami penurunan.

Dia menjelaskan total sampah yang masuk ke TPA selama tahun 2025 sebesar 79.252 ton atau turun delapan persen dibandingkan total sampah tahun 2024 sebesar 86.048 ton. Sedangkan total sampah selama tahun 2024 turun 14 persen dibandingkan tahun 2023 yang mencapai 99.464 ton.

Selama tiga tahun terakhir, kata dia, tingginya volume sampah biasanya terjadi pada Januari saat perayaan Tahun Baru dan pada Hari Raya Idul Fitri.

Timbunan sampah pada saat perayaan Tahun Baru 2026 mencapai 8.017 ton dan pada saat Hari Raya Idul Fitri sebanyak 8.758 ton.

"Faktor utama menurunnya volume sampah yang masuk ke TPAS selama tiga tahun terakhir menunjukkan tingkat kesadaran masyarakat mulai meningkat, sehingga berbagai upaya dilakukan, termasuk menggencarkan sosialisasi dan edukasi buang sampah tepat waktu," katanya.

Saat perayaan hari besar keagamaan dan Tahun Baru, pihaknya menyiagakan lebih dari 300 tenaga kebersihan dan puluhan truk pengangkut sampah guna mengantisipasi penumpukan sampah tidak terangkut di sejumlah TPS.



Pewarta: Ahmad Fikri
Editor : Riza Fahriza

COPYRIGHT © ANTARA 2026