Garut (ANTARA) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, Jawa Barat, sudah menurunkan tim untuk mengatasi daerah yang terdampak bencana alam hidrometeorologi yang tercatat selama dua pekan terakhir terjadi 40 kejadian bencana.
"Untuk hal-hal itu yang terdampak rumah, infrastruktur kita diserahkan ke badan atau dinas teknis untuk dibuat kaji cepat dulu, nanti tergantung hasil kaji cepat tersebut," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Garut Aah Anwar Saefuloh di Garut, Senin.
Ia menuturkan, status darurat bencana hidrometeorologi masih berlangsung sampai akhir April 2026, sehingga pemerintah daerah masih meningkatkan kewaspadaan untuk melakukan penanganan cepat dan tepat apabila terjadi bencana.
Selama dua pekan terakhir ini, kata dia, hujan deras masih terjadi mengguyur wilayah Garut, akibatnya tercatat sebanyak 40 kejadian bencana alam seperti banjir, longsor, cuaca ekstrem, pohon tumbang dan lainnya.
"Kita ikut berduka cita terhadap masyarakat yang terkena dampak dari bencana, bencananya itu banjir dan longsor ya," katanya.
Ia menyebutkan, bencana hidrometeorologi menyebabkan kerusakan pada fasilitas umum seperti jembatan terputus di Kecamatan Pakenjeng, kemudian tanah longsor menutup badan jalan utama lintas selatan Garut.
Semua itu, kata dia, sudah langsung mendapatkan penanganan secara bersama-sama agar masyarakat dapat kembali beraktivitas seperti biasa melintasi jalan maupun sungai.
"Alhamdulillah itu dalam semalam itu bisa berjalan kembali kendaraan atau transportasi karena ditangani bersama oleh PU provinsi, PU Kabupaten, dan beberapa dari relawan ya, dari BPPD, dari Damkar, itu bersama semua," katanya.
Ia menyampaikan, untuk penetapan status tanggap darurat agar lebih maksimal dalam mengatasi bencana alam yang selama ini terjadi di Garut, itu masih dalam pembahasan bersama lintas instansi.
Namun saat ini statusnya, kata dia, masih siaga darurat bencana hidrometeorologi yang terus dilakukan imbauan peringatan kepada semua lapisan masyarakat agar waspada terhadap potensi terjadinya bencana alam.
"Kita melakukan imbauan, baik di medsos, tidak hanya sosialisasi langsung, beberapa tempat kita laksanakan sosialisasi langsung," katanya.
Pewarta: Feri PurnamaEditor : Riza Fahriza
COPYRIGHT © ANTARA 2026